UMKM di Kutim Terintegrasi Melonjak Signifikan Capai 6.151 Pegiat

img

Sekretaris Dinas Koperasi dan UKM Kutai Timur Akhmad Asari

POSKOTAKALTIMNEWS.COM,KUTIM- Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Kutai Timur, merilis data sebanyak 6.151 pegiat UMKM telah terintegrasi dan mengalami peningkatan yang signifikan di tahun 2023.

Sekretaris Dinas Koperasi dan UKM Kutai Timur Akhmad Asari, mengungkapkan, data tersebut berdasarkan hasil pendampingan yang dilakukan secara marathon.

"Dalam memajukan UMKM, identifikasi yang teliti dan pendampingan yang terintegrasi menjadi kunci utama.  Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kesejahteraan pelaku UMKM di Kutai Timur," ungkapnya, Rabu (22/11/2023).

Ia mengatakan, pendampingan strategis ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan jumlah UMKM yang terdata. Tetapi  juga untuk memperkuat pondasi bisnis mereka.

"Aspek strategi pemasaran menjadi fokus utama, dengan tujuan memberikan pelatihan dan panduan kepada pelaku UMKM agar dapat bersaing secara efektif di pasar yang semakin kompetitif,"ujarnya.

Meski demikian diakui pihaknya masih banyak UMKM yang belum terdata dengan baik. Alasannya karena implementasi di lapangan tidak sepenuhnya terintegrasi dengan baik.

Ia mencatat ada sebanyak 5.572 UMKM yang tersebar di wilayah Kutai Timur. melalui upaya identifikasi dan pendampingan yang terintegrasi, jumlah UMKM ini mengalami peningkatan signifikan menjadi 6.151.

Prosesi metode pendampingan ini dilakukan secara menyeluruh,  lanjutnya, mencakup aspek strategi pemasaran, manajemen bisnis, akuntansi, dan pemahaman akan kebutuhan pasar.

"Pendampingan kita secara menyeluruh. Baik konsep manajemen,bisnis,akuntansi dan kebutuhan pasar," bebernya.

Dikatakan, pihaknya memberikan bimbingan terkait praktik dalam mengelola usaha. Penguasaan konsep akuntansi juga menjadi prioritas dan memastikan bahwa UMKM memiliki rekam jejak keuangan yang jelas dan teratur.

"Pemahaman kebutuhan pasar menjadi landasan penting bagi UMKM. untuk mengembangkan produk dan layanan yang sesuai dengan permintaan konsumen. Melalui identifikasi mendalam ini, diharapkan UMKM Kutai Timur dapat tumbuh dan berkembang secara berkelanjutan,"ujarnya.

Ia berharap dengan adanya peningkatan jumlah UMKM yang terdata dan berkualitas, akan memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi lokal dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Kutai Timur.

"Identifikasi dan pendampingan terus kami lakukan sebagai langkah nyata dalam mendukung perkembangan UMKM," pungkasnya.(adv/nan)