Lestarikan Musik Tradisional Lewat Festival se Kalimantan

img

POSKOTAKALTIMNEWS.COM, KUKAR : Ditunjuknya Kutai Kartanegara sebagai tuan rumah dalam pelaksanaan Festival Musik Tradisonal se Kalimatan oleh Kementerian Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek), merupakan kebanggaan bagi masyarakat Kaltim.


Tidak hanya itu, ini juga sebagai sebuah perhatian serta penghargaan besar dari Pemerintah Indonesia terhadap keberagaman seni budaya dan khususnya musik-musik tradisional , terutama yang ada di 'Bumi Borneo'.

 

Festival tersebut berlangsung di Lapangan Kantor Bupati Kukar, Rabu (22/11/2023). Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Direktorat Jendral Kebudayaan Kemendikbudristek, Bupati Kukar, dan pelaku seni musik tradisional se Kalimantan.

 

Direktur Perfilman musik media Direktorat Jendral Kemendikbudristek Ahmad Mahendra mengatakan, pemerintah pusat ingin mengetahui ekosistem musik indonesia, khususnya pada musik tradisional.

 

"Musik tradisional itu sangat penting, maka dari itu harus adanya fasilitasi dari hulu-hilirnya," kata Ahmad Mahendara pada awak media.

 

Ia menyebutkan, bentuk fasilitasi tersebut diantaranya memperbanyak festival dan literasi musik tradisional. Karena hal tersebut bagian dari memberikan wadah atau ruang kepada pelaku musik tradisional.

 

"Maka dari itu, kita jalankan banyak festival, untuk mendukung musik tradisional," sebutnya.

 

Selain itu, untuk sisi hilirnya ialah pemerintah harus memberikan penguatan atau pendampingan terhadap Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) kepada pelaku musik tradisional.

 

Selama ini rata rata yang memiliki HAKI adalah musik genre Pop dan sebagainya, untuk yang musik tradisional masih minim. Hal tersebut merupakan upaya, untuk melindungi musik tradisional sehingga tak mengkhawatirkan kesejahteraannya.

 

Dirinya berharap, musik tradisional bisa menjadi penguat budaya. Dengan pindahnya IKN ke Kaltim, Kukar menjadi pusat kebudayaannya. Meskipun PPU menjadi pusat pemerintahannya.

 

"Saya berharap, Kukar menjadi pusat kebudayaan, dan pemasok kebudayaan di IKN," ungkapanya.

 

Sementara itu Bupati Kukar Edi Damansyah terus mendukung pelaku musik tradisional yang ada di Kukar. Bentuk dukungan tersebut diberikan melalui program dedikasi Kukar Idaman, diantaranya Kukar Kaya Festival, Kukar Kreatif Idaman, hingga Kukar Berbudaya.

 

"Bentuk dukungannya dengan memberikan fasilitas atau ruang kepada pelaku seni, khususnya musik tradisional," ujar Edi Damansyah.

 

Ia juga mengapresiasi kepada pelaku seni musik tradisional, karena hingga saat ini mereka terus berupaya untuk mempertahankan seni musik tradisional tersebut, agar tak hilang ditengah tengah globalisasi.

"Semoga dengan adanya festival ini, bisa mendorong atau memotivasi anak anak di Kukar, dalam mempertahankan dan melestarikan musik tradisional," tutupnya. (adv/riz)