Rony Bonar: Program KB Miliki Manfaat untuk Masyarakat
POSKOTAKALTIMNEWS.COM,KUTIM- Plt Kepala Dinas
Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Kutai Timur
Ronny Bonar mengatakan bahwa, alat kontrasepsi kondom kurang diminati oleh
masyarakat Kutai Timur.
“Kalau pria
kurang minat pada kontrasepsi, lebih banyak perempuan yang menggunakan
KB.” ucapnya di Kompleks Bukit Pelangi, Minggu (3/11/2023).
Dirinya
menjelaskan, berdasarkan data DPPKB Kutim, pada tahun 2023 ini, jumlah
akseptor KB aktif di Kutim mencapai 121.479 orang. Dari jumlah tersebut, 68,4%
merupakan akseptor KB perempuan dan 31,6% merupakan akseptor KB laki-laki.
“Untuk Akseptor KB perempuan didominasi oleh
akseptor KB IUD (intrauterine device) atau spiral," ujarnya.
Program KB memiliki berbagai manfaat bagi
masyarakat, baik dari segi kesehatan, ekonomi, maupun sosial. Dari segi
kesehatan, program KB dapat mencegah terjadinya kehamilan yang tidak
diinginkan, komplikasi kehamilan, dan penyakit menular seksual.
Dilihat dari segi ekonomi, program KB dapat
membantu masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraannya. Hal ini karena dengan
jumlah anak yang lebih sedikit, masyarakat dapat lebih fokus untuk bekerja dan
meningkatkan pendapatannya.
Terus untuk dari segi sosial, program KB
dapat membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Hal ini karena dengan
jumlah anak yang lebih sedikit, masyarakat dapat memberikan perhatian yang lebih
optimal kepada anak-anaknya.
"Maka dari itu, program KB merupakan
program penting yang harus didukung oleh seluruh lapisan masyarakat,"
ungkapnya.
Ada beberapa faktor yang menyebabkan kondom
kurang diminati oleh masyarakat Kutim. Faktor-faktor tersebut antara lain:
Masih kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya penggunaan kondom sebagai
alat kontrasepsi. Stigma negatif yang masih melekat pada penggunaan kondom,
terutama di kalangan masyarakat pedesaan.
DPPKB Kutim akan terus berupaya untuk
meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya penggunaan kondom sebagai
alat kontrasepsi. DPPKB Kutim juga akan bekerja sama dengan berbagai pihak
untuk meningkatkan ketersediaan kondom di fasilitas kesehatan.
Ia berharap, dengan upaya-upaya yang di
lakukan, penggunaan kondom sebagai alat kontrasepsi akan semakin meningkat di
Kutim.(adv/nan)