DPPKB Kutim Terus Lakukan Sosialisasi dan Edukasi Program KB

img

Plt Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kutai Timur, Ronny Bonar

POSKOTAKALTIMNEWS.COM,KUTIM-  Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Kutai Timur masih menghadapi sejumlah tantangan dalam penerrapan program Keluarga Berencana (KB) . Salah satu tantangan terbesar yaitu budaya masyarakat setempat yang masih menganggap bahwa banyak anak berkah dan ibadah.

Hal tersebut diungkapkan Plt Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kutai Timur, Ronny Bonar kepada awak media, Minggu (3/11) 2023).

Ronny  mengungkapkan bahwa pihaknya  sering berhadapan dengan pandangan masyarakat bahwa banyak anak banyak rezeki dan banyak anak adalah ibadah.

Kata Ronny, pandangan andangan tersebut,  menjadi salah satu faktor yang menyebabkan tingkat penggunaan alat kontrasepsi di Kutai Timur masih rendah. Berdasarkan data DPPKB, hingga akhir tahun 2022, tingkat penggunaan alat kontrasepsi di Kutai Timur baru mencapai 54,7 persen.

Semua itu  masih sangat  jauh dari target nasional yang sebesar 68 persen," ucapnya.

DPPKB Kutai Timur terus melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya program KB, guna mengatasi tantangan tersebut. Untuk mengatasi tantangan tersebut. Sosialisasi dilakukan melalui berbagai media, mulai dari media massa, media sosial, hingga door to door.

Pihaknya juga bekerja sama dengan tokoh masyarakat dan agama untuk menyampaikan pesan program KB," ujarnya.

Bukan cuma sosialisasi saja , tapi DPPKB Kutai Timur juga memberikan informasi dan layanan KB kepada masyarakat secara gratis. Layanan KB tersebut meliputi pemberian alat kontrasepsi, konseling KB, dan pelayanan kesehatan reproduksi.

Ronny  berharap dengan upaya-upaya yang kami lakukan, tingkat penggunaan alat kontrasepsi di Kutai Timur dapat meningkat dan masyarakat dapat memahami pentingnya program KB," ungkapnya.

Program KB memiliki berbagai manfaat bagi masyarakat, baik dari segi kesehatan, ekonomi, maupun sosial. Dari segi kesehatan, program KB dapat mencegah terjadinya kehamilan yang tidak diinginkan, komplikasi kehamilan, dan penyakit menular seksual.

Dari segi ekonomi, program KB dapat membantu masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraannya. Hal ini karena dengan jumlah anak yang lebih sedikit, masyarakat dapat lebih fokus untuk bekerja dan meningkatkan pendapatannya.

Dari segi sosial, program KB dapat membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Hal ini karena dengan jumlah anak yang lebih sedikit, masyarakat dapat memberikan perhatian yang lebih optimal kepada anak-anaknya.(adv/nan)