Tingkatkan Kesejahteraan Keluargan Melalui Program Keluarga Berencana
Plt Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Kutai Timur, Ronny Bonar
POSKOTAKALTIMNEWS.COM,KUTIM- Plt Kepala Dinas
Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Kutai Timur, Ronny Bonar
mengatakan bahwa upaya pemerintah untuk meningkatkan angka kesejahteraan
keluarga di Kutai Timur (Kutim) melalui program Keluarga Berencana (KB) terganjal
aturan.
Ia mengungkapkan, kesulitan dalam merekrut
kader dan penyuluh KB.Pasalnya, para kader dan penyuluh ini dibiayai oleh dana
alokasi khusus (DAK) dari pemerintah pusat.
“Kita masih mencari solusi bagaimana agar
rekening tidak tumpang tindih. Saat ini para kader dan penyuluh dibiayai oleh
dana DAK pusat," ujarnya kepada awak media , Minggu (3/11/2023).
Untuk menjadi pegawai pemerintah dengan
perjanjian kerja (PPPK) atau pegawai negeri sipil (PNS) harus memenuhi
persyaratan dua tahun menjadi honorer sebagai penyuluh.
PPPK dan PNS akan diangkat oleh pemerintah
pusat. Ia juga sudah berkonsultasi ke Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana
Nasional (BKKBN) agar persyaratan lebih mudah.
"Kami juga sedang mencari formula apakah
boleh daerah memberikan pembiayaan kepada mereka," ucapnya.
Kader dan penyuluh KB memiliki peran penting
dalam meningkatkan angka kesejahteraan keluarga. Mereka menjadi ujung tombak
dalam memberikan penyuluhan tentang KB kepada masyarakat.
Ia berharap ada solusi dari pemerintah pusat
maupun daerah agar kader dan penyuluh KB bisa direkrut dan diberdayakan dengan
baik," ungkapnya
Ronny menjelaskan bahwa faktor yang
menghambat Rekrutmen Kader dan Penyuluh KB. Aturan yang mengharuskan kader dan
penyuluh KB memiliki pengalaman kerja dua tahun sebagai honorer. Dana yang
terbatas untuk merekrut kader dan penyuluh KB.
"Pemerintah pusat perlu memberikan
keringanan persyaratan untuk menjadi kader dan penyuluh KB," pungkasnya.(adv/nan)