Upaya DLH Kutim Atasi Kekurangan Armada Pengangkut Sampah
Kepala
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Armin Nazar
POSKOTAKALTIMNEWS.COM,KUTIM-Kepala Dinas Lingkungan
Hidup (DLH) Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Armin Nazar mengatakan, bahwa
dirinya merasa prihatin terhadap kurangnya armada pengangkut sampah khususnya
di kecamatan-kecamatan. Hal ini menyebabkan penumpukan sampah di sejumlah titik
di wilayah kecamatan.
Armin, mengatakan bahwa pihaknya telah
melakukan berbagai upaya untuk mengatasi masalah tersebut. Salah satunya adalah
dengan melakukan pengadaan armada pengangkut sampah baru. Namun, upaya tersebut
belum mampu mengatasi masalah secara menyeluruh.
“Soal kondisi sampah di kecamatan-kecamatan,
masih banyak titik-titik yang belum terlayani dengan baik," ujar Armin
saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (6/11/2023).
Ia menjelaskan bahwa jumlah armada pengangkut
sampah yang dimiliki oleh DLH Kutim saat ini masih sangat terbatas. Jumlah
armada tersebut hanya mampu melayani sekitar 50% dari total kebutuhan.
“Kami hanya memiliki sekitar 20 unit armada
pengangkut sampah untuk wilayah kecamatan. Sedangkan kebutuhannya mencapai 40 unit,"
jelasnya.
Bukan cuma kurang armada pengangkut sampah,
tapi dirinya juga menyoroti kurangnya
kesadaran masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya. Hal ini juga menjadi
salah satu penyebab terjadinya penumpukan sampah.
“Kepada masyarakat harus lebih sadar untuk
membuang sampah pada tempatnya. Jangan membuang sampah sembarangan,"
ucapnya.
Armin mengatakan bahwa pihaknya akan terus
berupaya untuk menambah jumlah armada pengamgkut sampah. Selain itu, pihaknya
juga akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk meningkatkan kesadaran
dalam membuang sampah.
Karena penumpukan sampah di sejumlah titik di
wilayah kecamatan memiliki dampak yang cukup serius. Selain mengganggu
estetika, penumpukan sampah juga dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan,
seperti penyakit diare, muntaber, dan demam berdarah.Penumpukan sampah juga
dapat menyebabkan banjir. Hal ini dikarenakan sampah dapat menyumbat saluran
air.(adv/nan)