Dispora Kukar Ajak Investor Kolaborasi Kelola Lapangan Mini Soccer
(Kepala Dinas Pemuda
dan Olahraga Kukar, Aji Ali Husni)
POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR-Mini Soccer menjadi salah satu tren olahraga yang sangat digandrungi masyarakat saat ini, berbeda dengan sepak bola yang menggunakan lapangan luas. Mini soccer dimainkan di lapangan yang berukuran luas 60x40 m. Dan juga mini soccer dapat dilakukan di lapangan terbuka maupun tertutup. Dengan jumlah pemain 7-9 orang.
Merespon tren tersebut Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kukar, Aji Ali Husni mengatakan bahwa pihak Dispora telah mengoperasikan lapangan mini soccer yang dibangun di atas eks Arena Berkuda Stadion Aji Imbut Tenggarong Seberang.
“Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kukar berhasil meraup banyak keuntungan ke Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari lapangan mini soccer. Namun, agar pengelolaannya maksimal, Dispora kami mencari pihak ketiga untuk diajak berkolaborasi” Ujar Ali kepada Poskotakaltimnews belum lama ini.
Ali mengungkapkan bahwa pencapaian dari pengelolaan lapangan mini soccer tersebut pada tahun 2023 mencapai Rp 600 Juta lebih untuk PAD. Sehingga hal tersebut merupakan suatu hal yang luar biasa. Atas dasar tersebut pihak Dispora berharap akan ada pihak ketiga yang mau untuk berkolaborasi dan mengoptimalkan pengelolan lapangan yang terletak di Eks Arena Berkuda Stadion Aji Imbut Tenggarong Sebrang.
“Tentu keberadaan pihak ketiga akan sangat membantu Dispora Kukar dalam mengelola lapangan mini soccer ini. Mengingat, banyaknya sarana dan prasarana olahraga yang dikelola pemerintah. Jika ada pihak ketiga terlibat, maka pengelolaan mini soccer ini akan lebih optimal,” jelasnya.
Ia mengaku bahwa pengelolaan lapangan mini soccer saat ini masih belum terlalu optimal, hal ini dikarenakan memiliki keterbatasan dalam pengelolaannya. Sebab apabila mengikuti proses birokrasi, untuk menambah sapras perlu waktu satu tahun. Menunggu PAD yang dihasilkan untuk masuk ke kas daerah.
Tidak hanya mengelola lapangan mini soccer tentunya pihak ketiga juga akan mendapatkan pendapatan yang banyak selain melaksanakan event. Apabila pengelolaan dilakukan pihak ketiga tentu akan lebih maju.
"Misal hari ini dapat lebihan, besoknya bisa menambah sapras. Sedangkan pemerintah hanya bisa masuk sekian persen untuk perawatan. Dan dengan perkembangan olahraga yang semakin bagus. Pengelolaan ini menjadi kesempatan yang bagus, bahkan profitabel. Sejauh ini, Dispora Kukar masih mencari mitra sekaligus terbuka untuk kerja sama." tutur Ali.
Ia juga menambahkan apabila ada pihak mitra yang mau berkolaborasi tentu pihak Dispora tidak lagi mengalokasikan anggaran untuk perawatan. Sehingga mulai dari perawatan tentu tanggung jawab pihak yang bersangkutan.
" Harapannya ada
pemodal-pemodal internal kita yang dari Kukar dan tentunya mau menginvestasikan
serta peduli terhadap aset milik pemerintah daerah ini ," tutup Ali. (adv/*tan)