Penanganan Stunting di Kukar Perhatikan Lokus Sasaran dan Rencana Kegiatan
Plt Kepala
Bappeda Kukar, Sy. Vanesa Vilna
POSKOTAKALTIMNEWS,
KUKAR : Dalam
rangka penanganan stunting di Kukar, ada dua hal yang harus diperhatikan yakni
analisis lokus sasaran stunting di desa dan penyusunan rencana kegiatan.
Hal itu disampaikan oleh Plt
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kukar Sy. Vanesa Vilna
disela sela acara rembug stunting, di Aula Bappeda Kukar, Rabu (27/3/2024).
Ia mengatakan, tujuan dari rembug
stunting tersebut agar setiap OPD terkait bisa memahami dimana saja lokus
sasaran stunting di desa dan rencana kegiatan atau upaya penanganan seperti
apa. Sehingga penangan stunting di Kukar bisa diatasi dengan baik.
"Jadi hari ini kita kumpulkan
semua OPD, dalam rangka konvergensi atau pendekatan penyampaian intervensi
percepatan stunting," katanya.
Berdasarkan data Studi Status Gizi
Indonesia (SSGI) angka stunting di Kukar mencapai 27 persen, namun berdasarkan
data Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (EPPGM)
stunting di Kukar hanya 16,39 persen.
"Kalau kita lihat penurunan
stunting tak terlalu banyak, hanya 1 persen berdasarkan data SSGI yang
dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan," ucapnya.
Dirinya optimis, melalui
kolaborasi yang baik dapat menghasilkan program kegiatan yang tepat sasaran.
Intinya pemetaan program kegiatan dan lokus sasaran harus tepat.
"Jadi sangat penting peran
seluruh stakeholder atau OPD melalui dibawah koordinasi Tim Percepatan
Penurunan Stunting (TPPS)," ujarnya.
Dirinya berharap, penurunan stunting pada 2024 ini bisa mencapai target yakni 14 persen dan 2025 13,5 persen. Pastinya upaya yang dilakukan oleh Pemkab Kukar mengacu pada target indikator kinerja.
"Jadi peran kami hanya
sebagai koordinasi, yang menjalankannya OPD terkait," ungkapnya. (adv/riz)