Buka TC STQH ke 28 di Provinsi Sultra, Sekda Sri Wahyuni: Tidak Mudah Mempertahankan Prestasi
POSKOTAKALTIMNEWS, BALIKPAPAN: Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), Sri Wahyuni mengingatkan para peserta Training Center (TC) Seleksi Tilawatil Qur’an dan Hadis (STQH) ke-28 di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) agar memanfaatkan TC secara baik dengan giat berlatih.
Hal ini penting mengingat
prestasi Kaltim dalam Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional 2024 yang
diadakan di Samarinda, Kaltim, berhasil menjadi juara umum. Tentunya bukanlah
tugas yang mudah untuk mempertahankan prestasi itu di STQH Sultra.
“Persaingan semakin ketat,
dan kita harus mempersiapkan diri dengan maksimal. Saya berharap peserta TC
STQH ini benar-benar fokus dan berlatih dengan sungguh-sungguh karena
mempertahankan prestasi itu tidak mudah,” ujar Sekda Sri Wahyuni saat memberi arahan
pada pembukaan Training Center Peserta
Kafilah Kaltim menuju (STQH) Nasional ke 28 Provinsi Sulawesi Tenggara 2025, di
Hotel Gran Senyiur Balikpapan, Senin (17/2/2025) .
Selain itu, ia juga
menekankan pentingnya sinergi antara Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an
(LPTQ) di tingkat kabupaten/kota dengan LPTQ provinsi dalam proses pembinaan
peserta kafilah Kaltim.
“Jajaran LPTQ
kabupaten/kota harus berada dalam satu jalur yang sama dengan LPTQ provinsi.
Jangan sampai provinsi arahnya ke kiri, sementara kabupaten ke kanan.
Keselarasan ini penting agar pembinaan berjalan efektif dan menghasilkan
peserta terbaik,” tegasnya.
Ia juga mendorong LPTQ
kabupaten/kota untuk memanfaatkan pelaksanaan TC STQH sebagai ajang
pembelajaran. Dengan mengamati langsung bagaimana TC dilaksanakan, mereka dapat
menerapkan metode pembinaan yang lebih baik di daerah masing-masing.
“Melalui pengalaman ini,
kita berharap pembinaan peserta kafilah Kaltim semakin matang dan siap bersaing
di ajang nasional bahkan internasional ,” pungkasnya.
Wakil Ketua 2 LPTQ Kaltim, Dasmiah mengatakan, prestasi Kaltim pada MTQ ke 30 di Kaltim tidak terlepas dari kerja keras dan kerjasama baik pelatih nasional dan daerah serta pengurus LPTQ Kaltim dan kabupaten/kota. “Alhamdulillah dari 56 peserta, hanya tiga orang yang tidak dapat medali,”kata Dasmiah.
Dasmiah mengungkapkan, masih ada yang mengatakan Kaltim menjadi juara umum pada MTQ ke 30 karena diuntungkan sebagai tuan rumah. Namun keraguan itu terbantahkan. Karena pada MTQ Internasional, di Jakarta, putra Kaltim dari Kutai Timur, Imranul Karim berhasil menjadi juara.
“Jadi kita bukan jago
kandang, karena MTQ internasional ini diikuti 38 negara,”tutur Dasmiah bangga.Prestasi
tersebut menjadi cambuk bagi jajaran LPTQ Kaltim untuk mempertahan prestasi
yang sudah diraih.(mar)