Kabut Asap Makin Pekat, Pemkab Kukar Siapkan Pembelajaran Daring Mulai Kamis
Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri.
POSKOTAKALTIMNEWS,
KUKAR : Kabut asap kembali menyelimuti sejumlah
wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur (Kaltim), dalam
beberapa hari terakhir. Kondisi tersebut semakin terasa di Tenggarong, dengan
jarak pandang yang mulai terganggu dan udara yang terasa kurang nyaman ketika
masyarakat beraktivitas di luar ruangan.
Pekatnya kabut asap
terjadi di tengah kondisi kemarau yang membuat sejumlah wilayah dalam keadaan
kering.
Kejadian kebakaran
hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah juga menyebabkan asap menyebar
dan terbawa angin hingga memengaruhi kualitas udara di kawasan Kukar.
Bupati Kukar, Aulia
Rahman Basri mengatakan, kondisi tersebut membuat pemerintah perlu mengambil
langkah untuk melindungi masyarakat, khususnya anak-anak yang masih mengikuti
kegiatan belajar di sekolah.
“Memang untuk seluruh
wilayah Kalimantan Timur, untuk kondisi udara itu memang sudah agak kurang
sehat untuk kondisi udara di luar. Oleh karenanya kami akan mengambil kebijakan
untuk anak-anak sekolah akan kita belajar secara daring di rumah,” ujarnya saat
ditemui di kantor Diskominfo Kukar pada Selasa (1/9/2026).
Ia berharap para
orang tua dapat menjaga anak-anak selama kebijakan tersebut diberlakukan.
Aktivitas anak di
luar rumah juga diharapkan dapat dikurangi untuk menghindari paparan udara yang
tercemar asap.
Untuk penerapannya,
ia menyebut Pemkab Kukar menargetkan pembelajaran daring mulai berlangsung pada
Kamis (3/9/2026).
Saat ini pemerintah
tengah menyiapkan apa saja yang
diperlukan agar proses belajar mengajar tetap berjalan.
“Kemungkinan hari
Kamis kita sudah mulai. Ini sekarang kita siapkan infrastrukturnya, kalau
sekarang ya proses pulangnya saja kita percepat,” tuturnya.
Kebijakan
pembelajaran daring tersebut belum ditentukan akan berlangsung hingga kapan.
Pemerintah akan
melihat perkembangan kondisi udara sebelum menentukan apakah kegiatan belajar
dari rumah perlu dilanjutkan atau siswa dapat kembali ke sekolah.
“Rentang waktunya itu
kita akan buat per minggu, kita akan evaluasi per minggu,” jelasnya.
Selain kebijakan di
sektor pendidikan, Pemkab Kukar juga meminta masyarakat meningkatkan
perlindungan diri ketika harus beraktivitas di luar rumah.
“Kami menghimbau
untuk seluruh warga masyarakat, ketika beraktivitas di luar gedung atau di
tempat udara terbuka itu dengan menggunakan alat pelindung diri berupa masker,”
himbaunya.
Kondisi udara yang
memburuk turut dirasakan Puput Elda, salah seorang wali murid.
Ia mengaku mulai
merasakan perubahan kualitas udara sejak Sabtu (29/8/2026), terutama ketika
harus beraktivitas di luar rumah.
“Mulai dari Sabtu
sudah mulai terasa kualitas udaranya buruk. Kadang keluar rumah engap di dada,
rasanya mulai sesak,” ujarnya.
Kondisi itu
membuatnya khawatir terhadap anaknya yang masih duduk di bangku sekolah dasar.
Ia takut kualitas
udara yang buruk dan paparan asap yang berlangsung terus-menerus dapat
berdampak terhadap kesehatan anak, termasuk memicu Infeksi Saluran Pernapasan
Akut (ISPA).
Karena itu, ia
menyambut baik rencana pembelajaran daring yang disiapkan Pemkab Kukar.
Menurutnya,
keselamatan dan kesehatan anak perlu menjadi pertimbangan utama selama kualitas
udara belum kembali membaik.
Meski demikian, ia
menilai sekolah juga dapat mempertimbangkan pola pembelajaran yang tidak
sepenuhnya dilakukan secara daring.
“Kalau memang tidak
bisa full daring, mungkin bisa berapa jam tatap mukanya, sisanya belajar
daring,” tutupnya. (Kriz)