Longsor Meluas ke Permukiman, Rumah Warga Dusun Margasari Terperosok ke Sungai

img

Kondisi rumah warga di Dusun Margasari yang mengalami longsor susulan hingga bagian bangunan larut ke Sungai Mahakam. (Doc. Pemerintah Desa Jembayan)

 

POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR : Longsor susulan kembali menerjang Dusun Margasari, Desa Jembayan, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Senin (31/8/2026). Pergerakan tanah yang sebelumnya berdampak pada badan jalan kini meluas ke permukiman warga hingga menyebabkan satu rumah terperosok ke sungai Mahakam.

 

Kepala Desa Jembayan, Erwin, mengatakan longsor terjadi sekitar pukul 17.20 WITA.

 

“Kejadian kemarin sekitar pukul 17.20 WITA. Tiba-tiba saja terjadi longsor, pergerakannya dari hilir kemudian bergerak ke arah hulu,” ujarnya saat dikonfirmasi pada Selasa (1/9/2026).

 

Longsor tersebut berdampak pada dua rumah warga, dengan satu rumah mengalami kerusakan parah hingga seluruh bangunannya masuk ke sungai, sementara satu rumah lainnya masih berdiri tetapi bagian badan rumah telah terdampak.

 

Dari kejadian tersebut, sebanyak lima kepala keluarga (KK) terdampak. Dua KK di antaranya merupakan penghuni rumah yang mengalami kerusakan parah.

 

Titik longsor susulan berada hanya beberapa meter dari lokasi jalan yang sebelumnya mengalami longsor.

 

Ia menyebut pergerakan tanah tersebut masih berkaitan dengan titik yang sebelumnya mengalami ambles.

 

“Hanya beberapa meter saja. Lokasinya masih satu titik, itu dampak dari yang ambrol itu,” tuturnya.

 

Usai kejadian, pemerintah Desa Jembayan langsung berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kukar pada malam setelah kejadian.

 

Koordinasi tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan surat resmi untuk penanganan warga terdampak.

 

“Alhamdulillah, BPBD tadi memberikan bantuan berupa sembako untuk lima KK,” ungkapnya.

 

Untuk kerugian, pemerintah desa memperkirakan nilainya mencapai ratusan juta rupiah. Namun, angka tersebut masih dapat berubah setelah pendataan terhadap rumah dan barang warga selesai dilakukan.

 

Di tengah kondisi tersebut, pemerintah desa meminta warga tidak kembali menempati lahan yang berada di sekitar titik rawan.

 

“Saya pikir lahan itu jangan ditinggali lagi karena sangat berbahaya,” tegasnya.

 

Menurutnya, saat ini belum terlihat tanda-tanda pergerakan tanah yang signifikan. Namun, kondisi tersebut tidak dapat dijadikan jaminan kawasan sudah aman.

 

“Tiba-tiba begitu bergerak langsung ambrol. Jadi ketika memberikan tanda, tidak lama kemudian ambrol,” jelasnya.

 

Karena itu, ia mengakui masih ada kemungkinan longsor kembali terjadi di kawasan Dusun Margasari.

 

Sementara itu, Kepala Dusun Margasari, Haerudi mengatakan pergerakan tanah mulai terlihat sejak dini hari dan terus mengarah ke kawasan permukiman.

 

Ia menyebut tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut karena penghuni rumah sempat menyelamatkan diri sebelum bangunan ambruk dan larut ke sungai.

 

“Rumah warga kami hancur dan larut ke sungai. Ada satu rumah yang larut, beruntung warga sempat keluar dari rumah,” ungkapnya.

 

Menurutnya, kondisi tersebut membuat warga di sekitar bantaran Sungai Mahakam tetap waspada, terlebih penanganan titik longsor sebelumnya belum sepenuhnya selesai.

 

Warga juga mengkhawatirkan aliran air bawah tanah yang disebut semakin deras dapat memicu pergerakan tanah lebih luas.

 

“Kami imbau warga untuk tetap waspada terkait pergeseran tanah sudah menjangkau rumah bagian bantaran sungai,” sebutnya.

 

Untuk menjaga akses warga, jalan alternatif yang telah ditembus dan diberi pengerasan batu kini dapat dilalui kendaraan kecil.

 

“Kendaraan kecil sudah aman untuk melintas. Untuk kendaraan besar belum kami izinkan lewat demi keamanan,” pungkasnya. (Kriz)