Maxim Selenggarakan Kompetisi Bahasa Inggris untuk Dukung Literasi dan Keselamatan Pelajar Balikpapan

img

POSKOTAKALTIMNEWS, BALIKPAPAN : Untuk pertama kalinya, Maxim, perusahaan teknologi penyedia layanan transportasi daring, menyelenggarakan ajang kompetisi edukatif bertajuk Maxim Quiz: First English Brain Game di SMK Negeri 1 Balikpapan, Kalimantan Timur. Kegiatan ini diikuti oleh 16 sekolah tingkat SLTA sederajat dari berbagai SMK negeri dan swasta se-Balikpapan.

 

Kompetisi ini hadir dalam format olimpiade pendidikan yang menguji kecepatan dan ketepatan pelajar dalam menjawab pertanyaan dalam bahasa Inggris. Materi soal mencakup pengetahuan umum, akademik, budaya lokal, sejarah, hingga kebiasaan masyarakat Balikpapan. Di sesi akhir, peserta ditantang untuk menyampaikan argumen dalam bahasa Inggris sebagai bentuk penguatan keterampilan berpikir kritis dan komunikasi.

 

Acara ini merupakan hasil kolaborasi antara Maxim, Ruangguru, MGMP Bahasa Inggris Kota Balikpapan, dan Satuan Lalu Lintas Polresta Balikpapan. Selain mendorong kecakapan akademik, kegiatan ini juga bertujuan meningkatkan kesadaran pelajar akan pentingnya keselamatan berlalu lintas.

 

Head of Subdivision Maxim Balikpapan, Ibkar Mahi, menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi ruang positif bagi pelajar untuk menunjukkan kemampuan Bahasa Inggris, berpikir kritis, dan kerja sama tim.

 

 “Pelajar adalah generasi penerus bangsa. Selain menyediakan layanan transportasi aman dan nyaman, kami juga ingin mendorong mereka untuk tumbuh menjadi pribadi yang kolaboratif, kritis, dan inovatif,” ujar Ibkar.

 

Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Balikpapan, Mujadi, menyambut baik inisiatif ini dan berharap kompetisi semacam ini bisa terus dilanjutkan ke depannya.

 

 “Ini merupakan langkah luar biasa dari Maxim. Kami berharap kegiatan ini bisa memotivasi lebih banyak pelajar di masa mendatang,” ujarnya.

 

Sementara itu, Kanit Satlantas Polresta Balikpapan, Hedi Suswoyo, juga menilai acara ini sebagai sarana efektif dalam menanamkan kesadaran berlalu lintas di kalangan generasi muda.

“Kami ingin menjadikan para pelajar sebagai pelopor keselamatan berkendara. Semoga kegiatan seperti ini bisa menjangkau lebih banyak tingkatan pendidikan, dari SMP hingga perguruan tinggi,” kata Hedi. (mid)