Guntur Nilai Banyak Jalan Nasional di Kaltim Bebani Anggaran Daerah
Anggota
Komisi II DPRD Kalimantan Timur, Guntur.
POSKOTAKALTIMNEWS, SAMARINDA : Anggota Komisi II DPRD Kalimantan Timur, Guntur, menyampaikan keprihatinannya terhadap beban anggaran daerah akibat status jalan nasional yang tidak diimbangi dengan tanggung jawab pemerintah pusat.
Ia menilai, sejumlah ruas jalan di Kaltim yang
seharusnya menjadi kewenangan pusat justru kerap diperbaiki menggunakan dana
provinsi maupun kabupaten.
“Saya dari dapil Kutai Kartanegara, dan yang
kami temui di lapangan, masih banyak jalan berstatus nasional, tapi ketika
rusak, kita yang diminta menanganinya,” ujar Guntur, Rabu (21/5/15).
Salah satu contoh yang ia soroti adalah ruas
jalan dari Loa Janan menuju Museum Mulawarman di Tenggarong. Meski masuk dalam
kategori jalan nasional, setiap kali terjadi kerusakan seperti longsor,
penanganannya justru dibebankan kepada pemerintah daerah.
“Ini jelas tidak adil. Pemerintah pusat
seharusnya hadir untuk menangani jalan-jalan nasional, jangan semua dilempar ke
daerah,” tegasnya.
Guntur mengungkapkan, ketimpangan ini terasa
kontras jika melihat kontribusi besar Kalimantan Timur terhadap perekonomian
nasional, terutama dari sektor pertambangan dan migas.
Menurutnya, pemerintah pusat seharusnya lebih
responsif terhadap kebutuhan infrastruktur di daerah penyumbang devisa seperti
Kaltim.
“PDRB kita tinggi, kita penyumbang besar untuk
negara. Tapi jalan-jalan di daerah kita malah harus kita tanggung sendiri. Ini
harus jadi perhatian serius pusat,” lanjutnya.
Ia mendorong adanya evaluasi menyeluruh terhadap
status jalan nasional di Kaltim, serta sinkronisasi antara kebijakan
pembangunan pusat dan daerah agar tidak terjadi tumpang tindih yang menghambat
efisiensi anggaran.
“Status jalan ini harus diinventarisasi ulang.
Jangan sampai terus-menerus uang daerah habis untuk membenahi jalan nasional.
Pemerintah pusat dan kementerian teknis perlu duduk bersama membahas ini,”
pungkas Guntur. (ADV/DPRD KALTIM)