Pengawasan Keuangan Diperketat, DPRD Kaltim Ingatkan Tantangan Besar di Tengah Proyek IKN
Ketua DPRD Kaltim Hasanuddin Mas’ud
POSKOTAKALTIMNEWS, SAMARINDA
: Di tengah keberhasilan Kalimantan Timur (Kaltim)
mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk ke-12 kalinya, Ketua
DPRD Kaltim, Hasanuddin Mas’ud menekankan bahwa capaian tersebut harus diiringi
dengan pengawasan dan pembenahan menyeluruh terhadap sistem pengelolaan
keuangan daerah, terlebih di tengah meningkatnya tekanan pembangunan sebagai
daerah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).
Sebagai informasi,
opini WTP merupakan penilaian tertinggi dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK)
terhadap laporan keuangan pemerintah yang dianggap telah disusun sesuai dengan
standar akuntansi pemerintahan dan bebas dari kesalahan material. Namun,
menurut Hasanuddin, opini ini tidak boleh membuat pemerintah daerah merasa
cukup.
“Capaian WTP memang
prestasi, tapi kita harus melihat bahwa tantangan sebenarnya justru ada
setelahnya, yaitu bagaimana menjaga kualitas tata kelola keuangan di tengah
percepatan pembangunan. Pembangunan IKN membawa beban kerja dan tanggung jawab
fiskal yang jauh lebih besar,” ungkapnya.
Ia menegaskan, DPRD
akan memperkuat peran pengawasan terhadap penggunaan anggaran, baik dalam hal
efektivitas belanja daerah maupun kepatuhan terhadap rekomendasi hasil audit.
Apalagi, dalam laporan BPK terbaru masih ditemukan puluhan temuan yang mencerminkan
perlunya perbaikan sistemik.
“Yang kita butuhkan
bukan sekadar laporan keuangan yang rapi, tetapi sistem yang efisien dan mampu
menjawab kebutuhan strategis, termasuk dalam mendukung pembangunan nasional
melalui IKN,” tegas Hasanuddin.
Menurutnya, daerah yang berada di garis depan proyek ibu kota baru tidak boleh mengabaikan prinsip transparansi dan akuntabilitas, karena setiap kebijakan fiskal akan berdampak langsung pada kepercayaan publik dan kualitas layanan kepada masyarakat.
DPRD Kaltim sendiri
berkomitmen untuk terus mendorong perbaikan berkelanjutan dalam pengelolaan
keuangan daerah, agar predikat WTP tidak hanya menjadi simbol administratif,
tetapi mencerminkan tata kelola anggaran yang benar-benar berpihak pada
kepentingan rakyat. (ADV)