Dispar Kukar Dukung Festival Kampung Bensamar sebagai Wajah Budaya Asli Kutai
(Penampilan tarian di Festival Budaya Bensamar 2025/pic:tanty)
POSKOTAKALTIMNEWS,KUKAR: Dinas Pariwisata (Dispar) Kutai Kartanegara (Kukar)
menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Festival Kampung Bensamar tahun
2025 yang resmi digelar pasa Selasa (27/05/2025).
Diketahui festival yang
kini telah menjadi bagian dari kalender event resmi daerah. Sudah berjalan
sejak tahun 2019. Dukungan iyu disampaikan langsung oleh Plt. Kepala Bidang Pemasaran dan Promosi Dispar
Kukar, Awang Ivan Ahmad.
“Kami dari Dinas
Pariwisata Kutai Kartanegara mendukung kegiatan Festival Kampung Bensamar, yang
telah menjadi event tahunan sejak tahun 2019,” ujar Ivan saat di wawancarai via
telepon pada Jumat (30/5/2025)
Ia menambahkan, karena
festival tersebut telah masuk dalam kalender event resmi Kukar, bentuk dukungan
Dispar berfokus pada promosi dan publikasi kegiatan.
“Tahun ini, pelaksanaan
Festival Kampung Bensamar dikoordinasikan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan
(Disdikbud) Kukar. Hal ini dikarenakan orientasi utama kegiatan lebih
menonjolkan unsur kebudayaan, sejalan dengan tujuan pelestarian sejarah dan
tradisi daerah,” jelasnya.
Selain itu, Ivan menilai
kampung Bensamar memiliki nilai historis penting sebagai salah satu kampung tua
di wilayah Kutai.
“Kampung ini tercatat
sebagai tempat berlabuhnya Sultan Sulaiman pada masa lampau, yang menjadi
bagian penting dari sejarah Kerajaan Kutai,” katanya
Menurutnya dengan kekayaan
nilai budaya dan sejarah tersebut, Dispar Kukar memiliki harapan besar agar
Kampung Bensamar dapat dikembangkan menjadi destinasi wisata unggulan.
“Lokasinya yang strategis
dan dekat dari pusat kota Tenggarong menjadi keunggulan tersendiri dibanding
wilayah lain seperti Kedang Ipil atau Muara Badak,” ungkap Ivan
Lanjut Ivan, festival ini
diharapkan menjadi ajang untuk melestarikan kearifan lokal, menghidupkan
kembali adat dan tradisi istiadat Kutai, serta menjadi sarana untuk
mengembangkan potensi wisata berbasis masyarakat.
Selain itu, festival ini
dinilai mampu mendorong kemandirian dan keterlibatan aktif masyarakat lokal.
Dirinya juga menyebut
bahwa kawasan eks tambang di sekitar Kampung Bensamar menyimpan potensi wisata
alam yang belum tergarap maksimal. Beberapa spot di area tersebut diyakini
dapat menjadi daya tarik baru.
“Pastinya dalam
perencanaan nanti, asalkan pengembangannya mengikuti prosedur dan mendapat izin
dari kementerian terkait karena wilayah tersebut masih dalam pengawasan pusat,”
tandasnya.
Tak hanya soal program
kerja, pada wawancara tersebut Ivan juga membagikan kisah pribadinya yang erat
dengan Kampung Bensamar.
Saat bertugas di wilayah
Loa Ipuh Darat, ia turut menggagas pembangunan ikon kampung bersama warga
sebagai upaya awal pengenalan potensi pariwisata Bensamar.
“Kami dulu membangun
gapura sederhana dan gerbang selamat datang secara gotong royong. Itu kami
lakukan dengan segala keterbatasan biaya. Dari situlah muncul ide pertama
Festival Kampung Bensamar yang dimulai pada tahun 2019,” kenang Ivan.
Dirinya juga menambahakan
bahwa Dispar Kukar akan terus mendukung pelaksanaan festival ini setiap tahun.
“Festival ini bukan hanya
sarana hiburan, tetapi juga bentuk penghormatan terhadap sejarah dan budaya
Kutai, yang dimana kita ketahui desa Bensamar kini telah memasuki usia ke-407
tahun. (Adv/Tan)