Banjir Bukan Semata Karena Hujan, Syarifatul Sya’diah Desak Evaluasi Tambang
Anggota Komisi III
DPRD Kaltim, Syarifatul Sya’diah.
POSKOTAKALTIMNEWS, SAMARINDA : Banjir yang merendam berbagai wilayah di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara kembali memicu kekhawatiran soal tata kelola lingkungan.
Anggota Komisi III
DPRD Kaltim, Syarifatul Sya’diah, menilai bahwa bencana tersebut bukan hanya
akibat curah hujan ekstrem, melainkan juga karena dampak akumulatif dari
aktivitas tambang, termasuk yang berizin resmi.
“Jangan kita hanya
menyalahkan hujan di hulu. Tambang legal sekalipun punya kontribusi terhadap
rusaknya tata air dan meningkatnya risiko banjir,” ujar Syarifatul, Kamis
(5/6/25).
Ia menegaskan,
penting bagi Pemerintah Provinsi untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap
seluruh aktivitas pertambangan, bukan hanya dari sisi administrasi perizinan,
tetapi juga dampak nyata yang ditimbulkan di lapangan.
Menurutnya,
pengawasan terhadap tambang—terutama yang berada di bawah kewenangan Pemerintah
Provinsi—harus diperketat.
Ia menyayangkan masih
banyak praktik tambang yang mengabaikan kelestarian lingkungan, dari pembukaan
lahan yang tidak terkendali hingga buruknya sistem reklamasi.
“Kita tidak anti
terhadap tambang, tetapi kalau praktiknya merusak, tentu harus ditindak.
Evaluasi tidak boleh setengah hati, apalagi kalau sudah menimbulkan kerugian
bagi masyarakat,” tegasnya.
Syarifatul juga
mengingatkan bahwa intensitas cuaca ekstrem semakin tinggi dari tahun ke tahun.
Hal ini menurutnya
menjadi alasan mendesak bagi Pemprov untuk memastikan setiap izin tambang
disertai dengan komitmen teknis dan ekologis yang ketat.
“Langkah mitigasi
harus menjadi bagian dari perencanaan tambang. Jangan tunggu banjir datang baru
sibuk saling menyalahkan,” katanya.
Ia berharap, isu ini bisa menjadi perhatian lintas sektor, bukan hanya bagi Dinas ESDM, tetapi juga dinas lingkungan hidup, tata ruang, hingga penegak hukum.
"Keselamatan
masyarakat dan keberlanjutan lingkungan harus ditempatkan di atas kepentingan
investasi jangka pendek," pungkasnya.(ADV)