Sekda Kukar Sunggono Dukung SMK 2 Sebulu jadi Motor Hilirisasi Kopi
(Ilustrasi kopi/pic:ist)
POSKOTAKALTIMNEWS,KUKAR: Kopi tak lagi sekadar minuman, melainkan telah
menjelma menjadi bagian dari gaya hidup sekaligus peluang ekonomi yang
menjanjikan. Di Kutai Kartanegara, Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) mulai
menangkap peluang ini dengan serius.
SMK Negeri 2 Sebulu dan
rencana program serupa di SMK Negeri 3 Tenggarong Seberang mendapat respon positif dari Sekretaris Daerah Kukar, Sunggono, yang melihat inisiatif tersebut
sebagai langkah awal hilirisasi perkebunan dan pembentukan jiwa wirausaha di
kalangan generasi muda.
Kepada Poskotakaltimnews,
Sunggono menyebut SMK Negeri 2 Sebulu dan rencana program serupa di SMK Negeri
3 Tenggarong Seberang sebagai angin segar dalam arah pembangunan daerah,
khususnya dalam hilirisasi produk perkebunan yakni kopi.
"Saya baru mengetahui bahwa dua SMK kita di Kukar memiliki potensi dalam mengolah kopi. Ini sesuatu yang tidak banyak dilihat lima tahun lalu. Dalam RPJM sebelumnya, belum ada yang membaca peluang bahwa kopi bisa berkembang menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat," ungkap Sunggono saat diwawancarai pada Rabu (18/06/2025).
Menurut Sunggono inisiatif
yang datang dari sekolah ini menunjukkan bahwa dunia pendidikan mulai responsif
terhadap dinamika sektor perkebunan, khususnya komoditas yang bernilai tinggi
seperti kopi.
Ia mengakui telah dua kali
bertemu langsung dengan Kepala SMK Negeri 2 Sebulu bersama para guru dan
inisiator program tersebut untuk melihat sejauh mana konsep ini dijalankan.
"Ini sedang dalam
proses internalisasi. Artinya, kita ingin memastikan bahwa apa yang dilakukan
sekolah-sekolah ini benar-benar selaras dengan arah dan strategi pembangunan
daerah,” ujarnya.
“Kami sangat mendukung,
karena pendekatannya tidak hanya pada keterampilan teknis, tapi juga menanamkan
jiwa kewirausahaan kepada siswa," tegas Sunggono.
Sunggono menyampaikan
harapannya agar program ini tidak hanya berhenti pada pengolahan produk saja,
tetapi juga mendorong para siswa untuk terjun langsung menjadi petani kopi yang
profesional.
Menurutnya, keterlibatan
siswa dari hulu ke hilir menjadi kunci agar mereka memahami nilai proses
produksi, sekaligus mengasah mental wirausaha sejak dini.
“Bayangan saya, anak-anak
SMK ini bisa menjadi petani kopi yang betul-betul paham cara bertani kopi yang
benar, kemudian mengolahnya, memasarkannya, bahkan membuat merek sendiri. Dari
sinilah kita bisa membentuk generasi petani muda yang modern dan berjiwa
entrepreneur,” terang Sunggono.
Sunggono juga menegaskan,
Pemkab Kukar siap memberikan dukungan terhadap program-program pendidikan
vokasi yang inovatif, terutama yang mendorong hilirisasi produk pertanian.
Ia melihat sektor kopi
sebagai salah satu contoh strategis yang bisa dikembangkan lebih luas melalui
kolaborasi antara pendidikan, pemerintah, dan pelaku usaha.
“Kopi bukan hanya soal
minuman, tapi sekarang sudah menjadi gaya hidup. Maka, kalau anak-anak kita
bisa masuk ke sektor ini sejak di bangku SMK, mereka akan punya peluang besar
di masa depan. Kita ingin memastikan mereka siap, terampil, dan punya visi,”
tutup Sunggono. (Adv/Tan)