DPRD Kukar Soroti Jalan Rusak di Muara Wis, Taufik: Ini Urat Nadi Ekonomi dan Kesehatan Warga Hulu

img

Taufik Ridiannur saat meninjau kondisi jalan Desa Muara Wis-Sebemban. (pic:ist)

 

POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR : Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutai Kartanegara (Kukar) terus menyoroti kondisi jalan poros yang rusak parah di Kecamatan Muara Wis.

 

Anggota Komisi III DPRD Kukar, Taufik Ridiannur, menegaskan bahwa keberadaan jalan poros ini sangat krusial sebagai satu-satunya akses darat yang menghubungkan warga dengan pusat-pusat layanan ekonomi, pendidikan, dan kesehatan.

 

Taufik menyebutkan, hingga pertengahan tahun 2025 masih terdapat sekitar 13 kilometer jalan rusak yang membutuhkan perhatian dan penanganan serius dari pemerintah.

 

Beberapa ruas yang menjadi fokus utama antara lain jalan poros Dusun Kuyung – Desa Sebemban – Muara Wis serta jalan poros Muara Wis – Kota Bangun Seberang.

 

“Jalan ini adalah jantungnya masyarakat hulu. Kalau rusak, ekonomi warga terhambat, akses kesehatan pun terganggu. Sekarang kalau ada warga yang sakit parah, tidak bisa lewat darat lagi, harus pakai longboat lewat sungai,” ujar Taufik Ridiannur saat diwawancarai awak media Kamis (26/06/2025) via telpon.

 

Taufik mengakui, Pemkab Kukar melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) telah menganggarkan perbaikan jalan poros tersebut.

 

“Salah satu langkah awal adalah rencana semenisasi sepanjang dua kilometer di ruas jalan Muara Wis – Kota Bangun Seberang,” katanya.

 

Selain itu, Taufik juga menyebutkan terdapat pula pengerjaan peninggian jalan pada ruas Sebemban – Muara Wis yang dalam hal ini sebagai respons terhadap ancaman banjir saat debit Sungai Mahakam naik.

 

“Peninggian jalan dari 187 sentimeter ditambah lagi 70–80 sentimeter. Itu untuk antisipasi banjir. Tapi karena ada adendum pekerjaan itu, kami minta kejelasan soal volume semenisasi. Jangan sampai kegiatan utama justru terganggu,” jelas Taufik.

 

Sebagai perwakilan dari Dapil Vl dirinya berharap perhatian terhadap jalan poros ini tidak setengah-setengah dan menjadi prioritas pemerintah daerah.

 

Lebih lanjut, Taufik juga menekankan, jika semenisasi hanya mencakup 1,5 kilometer dari total 13 kilometer yang rusak, maka solusi jangka panjang belum akan tercapai.

 

Ia juga menyebut ada tiga titik jalan yang kondisinya terlalu rendah dan tidak bisa langsung di semenisasi tanpa ditinggikan lebih dulu.

 

Taufik juga mengatakan tak hanya soal mobilitas, jalan rusak juga berdampak pada keterbatasan akses layanan dasar lainnya.

 

Salah satunya adalah belum tersambungnya jaringan listrik ke Dusun Kuyung. PLN disebut belum dapat masuk ke wilayah tersebut karena akses jalan tidak memungkinkan.

 

“Kondisi ini harus menjadi perhatian bersama. Tidak bisa hanya kami dari DPRD yang terus dorong. Ini sudah menjadi usulan Musrenbang dari desa, kecamatan, bahkan sampai kabupaten. Tinggal bagaimana kemauan dari dinas teknis untuk menganggarkan,” jelasnya.

 

Dirinya juga memastikan bahwa DPRD Kukar akan terus mengawal kebutuhan dasar masyarakat, terutama terkait infrastruktur jalan.

“Kita ingin dan berharap realisasi perbaikan jalan tidak hanya bersifat tambal sulam, tetapi juga strategis dan tuntas agar warga bisa kembali menikmati hak-hak dasar mereka,” pungkas Taufik. (Adv/Tan)