Komisi IV DPRD Kukar Soroti Mekanisme Stimulus Program Bantuan 100 Juta Bagi Pelaku Ekraf
Anggota Komisi IV DPRD Kutai Kartanegara, Akhmad Akbar Haka Saputra saat mengikuti Rapat Perencanaan Awal RPMJD Kukar. (pic:Tanty)
POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR
: Anggota Komisi IV DPRD Kutai Kartanegara, Akhmad Akbar Haka Saputra dari
Fraksi PDI-Perjuangan, menyoroti secara kritis salah satu misi dalam Rencana
Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kukar 2025–2029 yang menyebutkan
adanya program stimulus sebesar Rp100 juta bagi pelaku ekonomi kreatif (ekraf).
Menurutnya,
diperlukan kejelasan mengenai mekanisme seleksi dan monitoring dari program
stimulus tersebut agar tidak salah sasaran.
“Dari perencanaan
yang saya baca seperti program stimulus komunitas kreatif tertulis 100 juta per
pelaku Ekraf. Yang mau kami tanyakan, mungkin mekanisme seleksi stimulusnya
bagaimana? apakah dia berdasarkan prestasi ataukah bagaimana?” ujar Akbar Haka menanyakan
pada saat rapat perencanaan awal RPJMD Kukar, Senin (04/08/2025).
Akbar mengungkapkan
menyadari pelaku Ekraf terdapat pada 17 sub sektor, dan diakuinya masih
terdapat hal-hal yang belum terlalu jelas, dengan rencana program tersebut
dirinya mengkhawatirkan tidak tepatannya sasaran bantuan.
“Jadi kalau salah
sasaran itu ibaratnya seperti kita ngasih motor balap dengan CC tinggi ke
pembalap yang tidak mahir. Jadi kan pilihan bisa nabrak, bisa sia-sia, karena
khawatir kita tidak tahu 100 juta stimulus yang diberikan itu seperti apa
proses seleksinya, kemudian monitoringnya,” jelas Akbar Haka.
Atas hal itu Ia
menekankan menyadari bahwa Ekraf memiliki 17 subsektor dengan karakteristik
yang berbeda-beda, sehingga diperlukan pendekatan seleksi yang tepat.
“Kami ingin tahu,
apakah stimulus itu diberikan berdasarkan prestasi atau seperti apa
mekanismenya? Karena kalau salah sasaran, itu ibarat memberikan motor balap
tadi, dalam artian tidak digunakan dengan optimal,” ujarnya menegaskan kembali.
Dirinya juga menanyakan berapa besar dana APBD yang akan dialokasikan untuk program ini dan menekankan pentingnya pengawasan dalam pelaksanaannya.
“Dan ini penting
untuk kita tahu berapa yang dianggarkan, agar kita-kita tahu maksudnya seperti
apa. Karena sekali lagi khawatirnya salah sasaran, dan kemudian memang yang
harus kita kawal bersama adalah proses monitoringnya. Kemudian apakah dia tepat
sasaran atau tidak,” pungkas Akbar. (Adv/Tan)