Ketua DPRD Kukar Tekankan Pentingnya Program Nyata untuk Perempuan dalam RPJMD 2025–2029
Ketua DPRD Kutai Kartanegara (Kukar), Ahmad Yani. (pic:Tanty)
POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR
: Di tengah derasnya arus pembangunan, suara perempuan kerap terabaikan. Ketua
DPRD Kukar, Ahmad Yani, mengingatkan agar isu-isu krusial yang dihadapi kaum
perempuan mendapat porsi yang setara dalam RPJMD lima tahun ke depan.
Ahmad Yani menekankan
pentingnya kejelasan arah kebijakan pemerintah daerah dalam mendukung
pemberdayaan dan perlindungan perempuan melalui Rencana Pembangunan Jangka
Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029.
Menurutnya, isu-isu
yang menyangkut perempuan terutama mereka yang menjadi kepala rumah tangga
masih membutuhkan perhatian serius.
Karena itu, ia
menegaskan bahwa RPJMD harus memuat program-program yang konkret dan
berkelanjutan, bukan sekadar wacana.
“Di RPJMD itu harus
clear terkait dengan urusan pemerintahan perempuan. Banyak ibu-ibu atau
perempuan yang menjadi kepala rumah tangga, dan mereka harus disupport lewat
program-program yang nyata,” ujar Ahmad Yani usai memimpin rapat pembahasan
rencana awal RPJMD, Senin (4/08/2025) lalu.
Ketua DPRD Kukar ini
mengungkapkan bahwa dirinya kerap menerima aspirasi dari kalangan perempuan
yang datang langsung menyampaikan berbagai persoalan.
Mulai dari masalah
ekonomi, sosial, hingga persoalan keluarga yang belum tertangani secara
maksimal oleh program pemerintah.
“Banyak masalah yang
mereka hadapi. Saya hampir setiap hari menerima perwakilan perempuan yang
datang dengan berbagai keluhan. Ini jadi catatan penting yang tidak boleh
diabaikan,” katanya.
Ia berharap pemerintah daerah mampu menyusun kebijakan yang responsif gender, yang tidak hanya fokus pada aspek pembangunan fisik dan ekonomi, tetapi juga memberi ruang besar pada isu sosial dan perlindungan hak-hak perempuan di Kukar.
“Kita perlu pastikan
bahwa RPJMD ini benar-benar clear menjawab kebutuhan masyarakat, termasuk
perempuan. Jangan sampai isu penting seperti ini terpinggirkan dalam
perencanaan,” pungkasnya. (Adv/Tan)