DPMD Apresiasi Kolaborasi Desa Loa Kulu Kota dan PT MHU Dalam Pengentasan Buta Huruf

img

Bupati Kukar Aulia pada acara penyerahan ijazah pendidikan kesetaraan paket A, B, dan C di Loa Kulu. (pic: ist)

 

POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR : Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Desa di Kecamatan Loa Kulu yang berhasil menjalin kemitraan dengan PT Multi Harapan Utama (MHU) dalam program penghapusan buta huruf.

 

Kepala DPMD Kukar, Arianto, mengungkapkan kerja sama antara Desa dan Perusahaan sejalan dengan komitmen Pemerintah Daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, terutama di pedesaan.

 

“Selama Desa mampu berinovasi untuk melayani warganya, kami pasti mendukung. Program ini adalah bagian dari upaya pemberdayaan agar masyarakat semakin berdaya dan tidak ada lagi yang tertinggal di dunia pendidikan,” ucap Ariant.

 

Apresiasi tersebut disampaikan saat Arianto mendampingi Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, dalam acara penyerahan ijazah pendidikan kesetaraan paket A-B-C di Gedung PKBM Putri Karang Melenu, Desa Loa Kulu Kota.

 

Dikatakannya  program pendidikan yang difasilitasi PT MHU ini ditujukan bagi masyarakat sekitar area operasional perusahaan. Sasarannya adalah mereka yang belum sempat menamatkan pendidikan di tingkat SD, SMP, hingga SMA. Selain itu, perusahaan juga mendorong peningkatan kompetensi melalui program sertifikasi keahlian.

 

Dirinya menyebut sejak digulirkan pada 2018, program ini telah meluluskan 995 peserta. Bahkan, sebagian lulusan paket C berhasil melanjutkan studi ke perguruan tinggi, membuktikan keberhasilan program dalam membuka akses pendidikan lanjutan.

 

Arianto menilai, sinergi antara pemerintah desa, dunia usaha, dan pemerintah daerah menjadi model kolaborasi yang mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

 

“Keterlibatan pihak ketiga sangat membantu mempercepat program pemberdayaan yang dijalankan pemerintah daerah,” jelasnya.

 

Ia menambahkan, kolaborasi seperti ini tidak hanya mendukung pencapaian pendidikan formal, tetapi juga memperkuat kesiapan masyarakat menghadapi tantangan dunia kerja dengan keterampilan baru yang relevan.

“Kita DPMD Kukar  pastinya berharap program serupa bisa di replikasi di Desa-desa lain sehingga tidak ada warga yang tertinggal dalam memperoleh hak pendidikan, sekaligus memperkuat kemandirian desa melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia” pungkas Arianto. (Adv/Tan)