DKP Kukar Tegaskan Komitmen Jaga Kelestarian Pesut Mahakam dan Ekosistem Perairan
Kepala DKP Kukar, Muslik. (pic : Tanty)
POSKOTAKALTIMNEWS,
KUKAR : Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP)
Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menegaskan komitmennya menjaga kelestarian
Pesut Mahakam, satwa langka sekaligus ikon Kalimantan Timur.
Upaya ini dilakukan
melalui program konservasi, pemeliharaan ekosistem perairan, hingga menjaga
ketersediaan ikan sebagai sumber makanan utama pesut.
Kepala DKP Kukar,
Muslik, menuturkan keberlangsungan hidup pesut sangat bergantung pada kondisi
ekosistem yang sehat serta stok ikan yang terjaga.
Menurutnya,
pelestarian pesut tidak bisa dilepaskan dari upaya menjaga kualitas habitat dan
ketersediaan pakan alami.
“Kalau bicara
pelestarian pesut, kita juga harus menjaga stok dan habitat ikan karena itu
makanan utamanya. Salah satu langkahnya adalah restocking atau penebaran
kembali benih ikan ke perairan,” ungkap Muslik Rabu (24/05/2025).
Diungkapkannya
sebagai wujud nyata, kawasan habitat pesut di perairan Mahakam telah ditetapkan
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sebagai wilayah konservasi resmi.
Status ini memperkuat
perlindungan satwa langka tersebut agar tetap memiliki ruang hidup yang aman
dan berkelanjutan.
Selain itu, Muslik
mengatakan DKP Kukar juga mengelola jalur jelajah pesut di sejumlah titik
strategis, antara lain Muara Muntai, Kota Bangun, dan Muara Kaman.
Kawasan-kawasan
tersebut merupakan lintasan penting pesut untuk mencari makan dan berinteraksi.
Salah satu lokasi yang kerap menjadi tempat munculnya pesut adalah Desa Pela.
Ia menjelaskan untuk
menjaga keseimbangan ekosistem, DKP Kukar memperketat pengawasan terhadap
aktivitas perikanan. Langkah ini mencakup pencegahan praktik penangkapan yang
merusak lingkungan serta mendorong penggunaan alat tangkap ramah lingkungan.
“Pengurangan
illegal fishing dan penggunaan alat tangkap ramah lingkungan adalah bagian
dari upaya menjaga ekosistem pesut,” tegas Muslik.
Dirinya menambahkan,
upaya pelestarian pesut tidak bisa dilakukan sendiri. Diperlukan sinergi antara
pemerintah daerah, masyarakat, akademisi, pelaku usaha, hingga media.
Hal ini bertujuan
untuk menjaga keberlangsungan danau-danau besar seperti Jempang, Melintang, dan
Semayang sebagai habitat ideal pesut dan spesies perairan lainnya.
Diakui Muslik sebagai
bentuk dukungan, DKP Kukar telah menyalurkan bantuan bagi nelayan di kawasan
danau berupa perahu, mesin ketinting.
Alat tangkap ramah
lingkungan, hingga fasilitas budidaya ikan dalam keramba. Langkah ini bertujuan
memberdayakan nelayan sekaligus mengurangi tekanan eksploitasi terhadap habitat
pesut.
Muslik juga
menekankan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam menjaga pesut Mahakam.
“Generasi muda harus bangga dan mencintai pesut. Ini ikon Kalimantan Timur, bahkan sudah jadi perhatian dunia. Keterlibatan mereka sangat penting untuk menjaga lingkungan, khususnya perairan tempat hidup pesut,” pungkasnya. (Adv/Tan)