Soroti Potensi Kukar, Akbar Haka Ajak Pemuda Bersinergi Bangun Kota Tenggarong
(Anggota DPRD Kutai Kartanegara (Kukar), Akbar Haka/pic:Tanty)
POSKOTAKALTIMNEWS,KUKAR: Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-243 Kota
Tenggarong mendapat perhatian khusus dari Anggota DPRD Kutai Kartanegara
(Kukar), Akbar Haka.
Ia menilai, momentum ini
menjadi pengingat penting bagi generasi muda untuk kembali ke tanah kelahiran
dan turut berkontribusi membangun daerah.
Akbar menegaskan, usia 243
tahun yang diperingati pada 28 September 2025 menunjukkan bahwa Tenggarong
telah melewati perjalanan panjang sebagai kota bersejarah sekaligus pusat
pemerintahan Kukar.
Menurutnya, identitas dan
nilai yang melekat pada Tenggarong harus terus dijaga di tengah perkembangan
zaman.
“Selamat ulang tahun untuk
Kota Tenggarong. Di usia ini, kita diingatkan kembali akan sejarah panjang yang
menjadi kebanggaan bersama,” ungkapnya usai rapat paripurna peringatan HUT
Tenggarong di DPRD Kukar, Senin (29/09/2025).
Akbar melihat keberadaan
Ibu Kota Nusantara (IKN) yang tengah dibangun di Kalimantan Timur akan membuka
peluang besar bagi Tenggarong. Sebagai pusat pemerintahan Kukar, kota ini
memiliki posisi strategis untuk menjadi mitra penting IKN di masa depan.
Ia menekankan,
keberhasilan itu hanya bisa terwujud jika generasi muda Kukar mengambil bagian.
Menurutnya, mereka yang menempuh pendidikan di luar daerah sebaiknya kembali
untuk membangun kampung halaman.
“Jangan hanya mencari
karier di luar. Pulanglah, karena tempat terbaik untuk membangun masa depan
adalah daerah sendiri,” pesannya.
Pada kesempatan itu juga
Akbar menyampaikan keyakinan dirinya bahwa 10 hingga 15 tahun ke depan saat IKN
beroperasi penuh, akan menjadi momentum emas bagi pemuda Tenggarong.
Menurutnya dengan
semangat, ide segar, dan pengalaman para pemuda di Kukar diyakini mampu
mendorong lahirnya peradaban baru, mulai dari infrastruktur, layanan publik,
hingga ekonomi kreatif.
Tidak lupa Akbar juga
mengajak agar seluruh masyarakat, khususnya generasi muda, menjaga dan merawat
Tenggarong sebagai kota bersama.
“Membangun daerah tidak
bisa hanya diserahkan pada pemerintah. Harus ada energi baru dari pemuda agar
Tenggarong semakin maju,” tutup Akbar. (Adv/Tan)