Pemetaan Lahan Koperasi di Kukar Dikebut, DPMD Kawal Pengisian Data Hingga ke Desa
(Penggerak Swadaya Masyarakat DPMD Kukar, Ahmad Irji’i/pic:Tanty)
POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR : Upaya memperkuat koperasi desa di Kutai Kartanegara
terus digencarkan. Salah satunya melalui percepatan pemetaan lahan yang kini
menjadi agenda besar Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kukar.
Langkah ini dinilai
sebagai pondasi penting sebelum pengembangan koperasi dilakukan secara lebih
luas.
Penggerak Swadaya
Masyarakat DPMD Kukar, Ahmad Irji’i, mengatakan bahwa pihaknya tengah
mengoordinasikan desa dan kelurahan untuk segera merampungkan pemetaan lahan
yang diminta pemerintah pusat.
Proses ini membutuhkan
kolaborasi lintas sektor, mengingat data yang dihimpun akan masuk ke aplikasi
Kementerian Dalam Negeri.
“Kami ini kan dibagi
tugas. Dari 13 kementerian, DPMD diminta mengawal pengisian data lahan oleh 193
desa dan 44 kelurahan. Pak Sekda memberi kepercayaan penuh kepada kami untuk
mempercepat pengisian aplikasi tersebut,” ujarnya saat diwawancarai
Poskotakaltimnews Kamis (13/11/2025).
Irji’i menjelaskan
aplikasi yang dimaksud memuat informasi mengenai lahan calon pengembangan
koperasi desa, sesuai permintaan Kementerian Koperasi.
Dalam hal ini DPMD Kukar
berperan sebagai penghubung, memastikan setiap desa mengisi data secara lengkap
dan benar. Sebagian besar desa telah menyatakan tuntas, meski beberapa masih
menghadapi kendala teknis.
“Alhamdulillah, yang belum
mengisi hanya sedikit. Kebanyakan terkendala masalah sederhana seperti lupa
password. Tapi secara keseluruhan, prosesnya lancar karena kami terus dampingi
mereka,” katanya.
“ Dari 237 Desa dan
kelurahan baru 137 yang sudah masuk penginputan di Aplikasi SISKUDES
Kemendagri. Terkait pesiapan lahan koprasi Desa dan kelurahan Merah putih
KDMP,” lanjutnya.
Selain itu
dijelaskannya bahwa kebutuhan data tidak
selalu harus memenuhi ukuran lahan standar 1.000 meter persegi.
“ Setiap desa memiliki
karakteristik dan aset berbeda, sehingga DPMD mengelompokkan kategori lahan
agar pemetaan lebih akurat dan tidak memaksakan kondisi lapangan,” jelasnya.
Di sisi lain, DPMD juga
tengah mendorong peningkatan kapasitas melalui pelatihan Koperasi Desa Mandiri
Produktif (KDMP). Irji’i menilai pelatihan menjadi kunci untuk memperkuat
fondasi organisasi koperasi, terutama bagi pengurus yang belum memahami teknis
pengelolaan.
“Masih banyak pengurus
yang bingung soal administrasi koperasi. Sehingga pelatihan untuk pengurus
maupun pengawas KDMP merupakan kebutuhan yang penting sekali,” ungkapnya.
“ Urusan unit usaha bisa
berkembang nanti, tapi yang utama adalah memastikan iuran pokok dan wajib
anggota berjalan dulu,” tambha Irji’i.
Lebih lanjut Irji’i
menambahkan, koperasi KDMP yang sudah aktif dan memenuhi persyaratan
berkesempatan menerima dukungan anggaran hingga Rp3 miliar terdiri dari Rp2,5
miliar untuk pembangunan gedung dan Rp500 juta untuk operasional.
“ Dari pemetaan awal,
sekitar 30 % desa dan kelurahan di Kukar telah memenuhi kriteria lahan 1.000
meter persegi sebagaimana tercantum dalam aplikasi SISKUDES,” terangnya.
Meski begitu, ia mengaku
DPMD tetap meminta seluruh desa mengisi data sesuai kondisi nyata, tanpa
merekayasa ukuran lahan.
“Tidak semua desa punya
lahan luas. Ada yang cuma sekitar 50 x 70 meter. Yang penting diisi apa adanya.
Target kami, semua data bisa rampung sebelum akhir November,” tutup Ahmad.
(Adv/Tan)