Bappeda Kukar Siapkan Rencana Pembangunan Bidang Pendidikan 2026
POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kutai Kartanegara (Kukar) terus mematangkan rencana pembangunan daerah pada 2026, khususnya sektor pendidikan.
Langkah ini menjadi bagian
dari penyusunan dokumen perencanaan jangka menengah daerah, sekaligus
memastikan arah pembangunan sektor pendidikan selaras dengan kebutuhan
masyarakat dan visi kepala daerah.
Kabid Perencanaan
Pengendalian Pembangunan Daerah (P3D) Bappeda Kukar, Saiful Bahri mengatakan,
pendidikan akan menjadi salah satu fokus utama dalam rencana tersebut. Peningkatan
kualitas dan pemerataan layanan pendidikan tetap menjadi prioritas yang harus
dikejar.
Menurutnya, masih terdapat
sejumlah tantangan terkait kualitas sarana prasarana, ketersediaan tenaga
pendidik, serta akses pendidikan di wilayah pinggiran dan pedalaman.
Pemkab Kukar berkomitmen
memastikan isu-isu tersebut mendapatkan porsi penanganan lebih kuat.
Ia menuturkan, beberapa
program strategis telah disiapkan, termasuk rencana revitalisasi
sekolah-sekolah yang mengalami kerusakan, pembangunan ruang kelas baru, serta
peningkatan fasilitas penunjang seperti laboratorium, perpustakaan, dan ruang
praktik.
Tujuannya, agar seluruh
sekolah di Kukar mampu memenuhi standar pelayanan minimal pendidikan yang telah
ditetapkan pemerintah.
"Bagi sekolah yang
mengalami kerusakan kecil, bisa menggunakan dana Boskab," kata Saiful
Bahri pada Poskotakaltimnews, di ruang kerjany, Senin (24/11/2025).
Selain dari sisi
infrastruktur, peningkatan kualitas tenaga pendidik juga menjadi perhatian
utama. Saiful menyampaikan bahwa pemerintah daerah akan mendorong program
pelatihan dan pengembangan kompetensi guru secara berkelanjutan.
Ini termasuk peningkatan
kapasitas melalui workshop, sertifikasi, hingga kerja sama dengan perguruan
tinggi dalam rangka penguatan metodologi pembelajaran.
Perluasan akses internet
di sekolah-sekolah, terutama yang berada di luar kawasan perkotaan menjdi hal
penting, dalam menunjang pembelajaran digitalisasi.
Era pembelajaran modern
sangat membutuhkan dukungan teknologi, sehingga fasilitas digital wajib
diperkuat agar siswa dan guru memiliki akses setara terhadap sumber belajar.
Tak hanya itu, pemerataan
akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu turut menjadi bagian dari rencana
pembangunan pendidikan tahun depan. Program beasiswa daerah, bantuan
perlengkapan sekolah, hingga dukungan bagi siswa putus sekolah akan diarahkan
agar penanganannya lebih tepat sasaran.
“Tidak boleh ada anak di
Kukar yang tertinggal dalam hal pendidikan,” ujar Saiful.
Agar rencana pembangunan
daerah berjalan dengan baik, pihaknya terus
memperkuat sinergi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait,
seperti Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.
Ia memastikan bahwa
penyusunan program dilakukan secara lintas sektoral agar implementasi
pembangunan berjalan efektif dan terukur. Koordinasi intensif juga dilakukan
dengan pemerintah kecamatan dan desa untuk memetakan kebutuhan real di
lapangan.
Ia menambahkan bahwa
seluruh rencana pembangunan pendidikan tersebut akan disesuaikan dengan
kemampuan fiskal daerah.
Namun, ia memastikan bahwa
sektor pendidikan tetap mendapatkan perhatian besar karena menjadi fondasi
peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kukar.
Dukungan anggaran juga akan diarahkan untuk memperkuat program prioritas yang telah terbukti memberikan dampak signifikan.
"Kami komitmen
menghadirkan pembangunan pendidikan yang inklusif, modern, dan berkualitas dan
ingin memastikan bahwa setiap anak di Kukar mendapatkan layanan pendidikan
terbaik, karena merekalah generasi yang akan membangun daerah ini ke depan,”
pungkasnya. (Adv/riz)