Penumpang Membludak, AirAsia Jadi Primadona, Bandara Kalimarau Desak Tambahan Jadwal Terbang
POSKOTAKALTIMNEWS, BERAU : Lonjakan penumpang yang terus “meledak” membuat AirAsia kini menjadi maskapai paling diburu warga Berau. Jumlah kursi yang tersisi mencapai 80–90 persen pada hampir setiap penerbangan, menjadikan rute Berau salah satu yang paling seksi untuk dikembangkan.
Melihat antusias yang
begitu besar, Kepala BLU Kantor UPBU Kelas I Kalimarau, Patah Atabri , secara
terbuka meminta AirAsia menambah frekuensi penerbangan ke Berau. Targetnya
jelas: minimal empat kali seminggu , bahkan
ia berharap bisa daily flight jika armada memungkinkan.
“Load factor
AirAsia sangat bagus, tiap hari nyaris penuh. Makanya kami mendorong agar
frekuensinya ditambah,” ujar Patah.
Kehadiran AirAsia
disebut membawa perubahan besar, terutama pada harga tiket. Jika sebelumnya
warga Berau harus merogoh kantong hingga Rp1,9 juta, kini tarif rata-rata
berada di kisaran Rp600–700 ribu.
“AirAsia berhasil
menstabilkan harga di lapangan. Dulu masyarakat berat sekali bayar tiket.
Sekarang jauh lebih terjangkau,” kata Patah.
Tak heran, ketika
jadwal AirAsia diumumkan, masyarakat langsung berebut kursi. Respons cepat itu
membuat pihak bandara semakin yakin bahwa permintaan penambahan frekuensi bukan
sekadar wacana tetapi kebutuhan nyata.
AirAsia dijadwalkan
terbang ke Tarakan empat kali seminggu mulai Desember. Melihat itu, Bandara
Kalimarau merasa Berau juga layak mendapatkan perlakuan yang sama, mengingat
tren penumpang di daerah ini tak kalah tinggi.
“Kalau Tarakan bisa empat kali, Berau harusnya juga bisa. Penumpang kita bagus. Kami siap kirim surat resmi kalau dibutuhkan,” tegas Patah.
Dengan load factor
yang terus menanjak, tekanan publik yang tinggi, dan harga tiket yang kini
stabil, penambahan frekuensi AirAsia ke Berau tinggal menunggu keputusan dari
pihak maskapai. (sep/FN)