Abrasi Derawan Tak Tertangani, Dewan sesalkan Perencanaan Asal Anggar

img

POSKOTAKALTIMNEWS, BERAU : Ancaman abrasi di kawasan wisata Derawan masih belum tertangani, meski anggaran jumbo sempat digelontorkan. Dana sebesar Rp20 miliar yang dialokasikan pada 2025 untuk pengamanan pantai justru tak terserap dan berakhir menjadi Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (Silpa).

 

Mandeknya proyek tersebut mendapat perhatian  Wakil Ketua Komisi I, Abdul Waris, yang menilai kegagalan itu berakar dari lemahnya perencanaan, khususnya belum rampungnya kajian teknis sebelum penganggaran dilakukan.


“Sangat kami sayang, dan ini yang selalu kami ingatkan. Jangan anggarkan dulu kalau kajiannya belum siap. Apalagi ini proyek besar, puluhan miliar,” tegasnya.

 

Menurut Waris, DPRD sejatinya telah menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung penanganan abrasi, termasuk menyetujui alokasi anggaran. Namun, kesiapan teknis dari pihak pelaksana tidak sejalan dengan keputusan anggaran tersebut.

 

Akibatnya, program yang diharapkan mampu melindungi kawasan pesisir Derawan dari kerusakan justru tidak berjalan sama sekali.

 

“Seharusnya bila sudah ada persiapan matang saat anggaran sudah ada, kita tidak lagi bicara belum ada Kajian,” ujarnya.

 

Tak berhenti di situ, ia juga menyoroti inkonsistensi dalam penganggaran lanjutan. Setelah gagal direalisasikan pada 2025, program tersebut justru tidak kembali dianggarkan pada tahun berikutnya.

 

“Ini yang membingungkan. Sudah gagal, tahun berikutnya malah hilang dari anggaran. Padahal masalahnya belum selesai,” katanya.

 

Di sisi lain, kondisi keuangan daerah yang tengah mengalami tekanan semakin mempersempit ruang untuk mengulang penganggaran. Dengan beban belanja operasional yang tinggi serta berbagai kewajiban lain, pemerintah daerah dituntut lebih selektif menentukan prioritas.

 

 “Kita sekarang dihadapkan pada defisit. Jadi harus benar-benar dihitung, mana yang paling mendesak dan mampu dibiayai,” jelas Waris.

 

Meski demikian, ia menegaskan bahwa persoalan abrasi di Derawan tetap menjadi isu penting, tidak hanya dari sisi lingkungan, tetapi juga keberlanjutan sektor pariwisata yang menjadi andalan daerah.

 

Karena itu, DPRD meminta agar ke depan setiap perencanaan proyek, khususnya yang bernilai besar, benar-benar disiapkan secara matang mulai dari kajian teknis, perencanaan detail, hingga kesiapan pelaksanaan.

 

“Komitmen kami jelas, kami sudah dukung dari sisi anggaran. Tapi ke depan, jangan sampai kejadian seperti ini terulang. Perencanaan harus matang, jangan sampai anggaran besar terbuang percuma,” pungkasnya.

Di tengah ancaman abrasi yang terus menggerus garis pantai, keterlambatan penanganan bukan hanya soal administrasi. Lebih dari itu, ada risiko nyata terhadap lingkungan pesisir dan masa depan pariwisata Derawan yang kini dipertaruhkan. (sep/FN/Advertorial)