Cegah Dampak Tak Sehat Kabut Asap Karhutla, Mahasiswa UM Berau Bersama BPBD Bagikan Masker kepada Warga
POSKOTAKALTIMNEWS, BERAU : Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi perhatian di Kabupaten Berau. Di tengah kondisi tersebut, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Berau (UM Berau) memilih mengambil peran dengan turun langsung ke tengah masyarakat.
Melalui Badan
Eksekutif Mahasiswa (BEM) UM Berau, mahasiswa bersama Badan Penanggulangan
Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Berau membagikan masker kepada warga yang beraktivitas
di ruang terbuka.
Aksi sosial itu
berlangsung pada Senin (24/8/2026) diinisiasi oleh Kementerian Advokesma BEM UM
Berau. Kegiatan dilaksanakan di tiga titik kawasan Tanjung Redeb, dengan
sasaran pembagian masker adalah masyarakat dan pengguna jalan yang beraktivitas
di luar ruangan.
Kegiatan ini sebagai bentuk
kepedulian para Mahasiswa terhadap masyarakat terutama dalam menjaga kesehatan dari
dampak buruk kabut asap karhutla.
Presiden Mahasiswa
BEM UM Berau, Dzikri Taufik, mengatakan mahasiswa ingin memberikan kontribusi
nyata bagi masyarakat.
“Kegiatan ini
merupakan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap kondisi masyarakat. Kami ingin
hadir secara langsung, tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga
memberikan tindakan sederhana yang dapat membantu masyarakat menghadapi kondisi
kabut asap,” ujar Dzikri.
Aksi ini juga mendapat
dukungan dari BPBD Kabupaten Berau. Melalui arahan Kepala BPBD Berau, Masyhadi
Muhdi, personel Tim Reaksi Cepat (TRC) turut diterjunkan untuk mendukung
kegiatan di lapangan.
Keterlibatan TRC
memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam
memberikan respons terhadap dampak karhutla.
“Kolaborasi ini
menjadi penting karena persoalan karhutla tidak hanya berkaitan dengan
penanganan kebakaran, tetapi juga dampaknya terhadap masyarakat,” terangnya.
Masyarakat tetap
diimbau tidak menganggap penggunaan masker sebagai satu-satunya perlindungan. Apabila kondisi udara semakin memburuk, warga
yang tidak memiliki kepentingan mendesak diharapkan mengurangi aktivitas di
ruang terbuka.
Sementara masyarakat
yang harus tetap beraktivitas di luar rumah dianjurkan menggunakan masker dan
mengikuti informasi resmi mengenai kondisi kualitas udara.
Dampak kebakaran
hutan dan lahan tidak berhenti pada lokasi kebakaran. Asap yang ditimbulkan
dapat menyebar dan memengaruhi wilayah di sekitarnya. Kondisi tersebut membuat
masyarakat yang berada di luar ruangan perlu meningkatkan kewaspadaan.
Selain itu penanganan
dampak karhutla juga membutuhkan perhatian semua pihak. Pemerintah melalui BPBD
memiliki peran dalam penanganan kebencanaan, sementara berbagai elemen masyarakat
dapat memberikan dukungan sesuai kapasitas masing-masing.
Masyarakat Kabupaten
Berau juga diimbau tetap mengikuti perkembangan informasi mengenai karhutla dan
kualitas udara. Warga diharapkan mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila
kondisi udara semakin memburuk.
Selain itu, warga diminta tidak mudah mempercayai informasi yang belum jelas sumbernya dan menjadikan informasi resmi dari pemerintah atau instansi terkait sebagai rujukan.
Kewaspadaan
masyarakat menjadi bagian penting dalam menghadapi dampak kabut asap. Sementara
upaya penanganan karhutla tetap membutuhkan koordinasi antara pemerintah,
petugas lapangan, masyarakat, serta berbagai elemen lainnya. (sep/FN)