Masyarakat Lintas Agama di Kukar Mengelar Ibadah dan Doa Memohon Hujan

img

Ribuan jamaah melaksanakan salat Istisqa di Lapangan Upacara Kantor Bupati Kukar. (Kriz)

 

POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR : Hujan tak kunjung turun di tengah kemarau panjang yang melanda Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Kondisi ini mendorong masyarakat lintas agama menggelar ibadah dan doa bersama dengan harapan hujan segera turun dan mengakhiri kekeringan yang berdampak pada berbagai sektor.

 

Dalam ikhtiar ini ribuan umat Islam melaksanakan salat Istisqa di Lapangan Upacara Kantor Bupati Kukar, Rabu (2/9/2026), terdiri dari aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Kukar, DPRD, TNI-Polri, guru, pelajar hingga masyarakat umum.

 

Sementara itu di tempat terpisah, umat agama lain turut melaksanakan ibadah dan doa bersama secara serentak. Seperti umat Kristen beribadah di Taman Tanjong, umat Hindu di Pura Hindu Loa Ipuh, sedangkan umat Buddha melaksanakan doa bersama di Vihara Timbau.

 

Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri mengatakan kegiatan tersebut merupakan ikhtiar bersama masyarakat untuk menghadapi dampak kemarau yang semakin terasa di sejumlah wilayah.

 

Ia berharap doa yang dilakukan masyarakat dari berbagai agama tersebut diikuti dengan turunnya hujan yang merata di seluruh wilayah Kukar.

 

“Harapan kami dengan melaksanakan salat ini, maka segera diturunkan hujan yang membawa berkah di seluruh warga masyarakat Kukar,” ujarnya.

 

Di tengah kemarau, persoalan lain yang turut menjadi perhatian Pemkab Kukar adalah kualitas udara akibat paparan asap.

 

Ia menyebut kondisi Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di Kukar saat ini berada pada kisaran 100 hingga 150, meski tingkat pencemaran berbeda di setiap wilayah.

 

Menurutnya, wilayah yang berada lebih dekat dengan perbatasan Kabupaten Kutai Barat cenderung memiliki angka ISPU lebih tinggi, sementara kualitas udara semakin membaik menuju kawasan perkotaan.

 

“Karena memang angkanya ini sudah di atas 50, maka kami menyarankan kepada seluruh warga masyarakat untuk menggunakan alat pelindung diri berupa masker ketika berada di luar ruangan,” jelasnya.

 

Sebelumnya, ISPU di kawasan Kelurahan Wonotirto, Kecamatan Samboja tercatat mencapai angka 162 dan masuk kategori tidak sehat.

 

Pemkab Kukar kemudian melakukan langkah mitigasi, termasuk menangani titik api yang sempat muncul di wilayah Samboja dan Muara Jawa.

 

“Memang di daerah Samboja, Muara Jawa sempat terjadi titik api, maka kita melakukan pemadaman di sana dan hari ini kami mendapatkan laporan zero titik api di sana,” ungkapnya.

 

Meski titik api di wilayah tersebut telah ditangani, pemantauan tetap dilakukan lantaran kondisi udara Kukar juga dipengaruhi limpahan asap dari wilayah lain.

 

Sementara itu, umat Kristiani di Taman Tanjong juga menggelar ibadah dan doa bersama untuk memohon hujan.

 

Kepala Dinas Ketahanan Pangan (Disketapang) Kukar, Ananias, yang turut mengikuti kegiatan tersebut, mengatakan doa dilakukan sebagai bagian dari ikhtiar bersama menghadapi kemarau panjang.

 

“Sebenarnya itu kan gerakan bersama kita. Bukan hanya berusaha secara jasmani sebagai manusia biasa seperti ini, dan juga secara spiritual keagamaan, kita juga memohon kepada Tuhan agar kekeringan ini bisa kita lalui dan bisa segera berakhir,” ujarnya.

 

Menurutnya, umat dari masing-masing agama melaksanakan ibadah di tempat berbeda dengan tata cara sesuai keyakinannya.

 

Namun, seluruhnya memiliki harapan yang sama agar hujan segera turun dan kekeringan dapat segera berakhir.

 

“Tujuannya sama, yaitu meminta supaya kekeringan yang saat ini melanda Indonesia, khususnya di Kabupaten Kutai Kartanegara, bisa segera berakhir dan kita bisa mendapatkan hujan, sehingga petani-petani kita juga dapat terhindar dari gagal panen,” tuturnya.

 

Ia menilai kegiatan tersebut sekaligus menunjukkan kebersamaan masyarakat Kukar dalam menghadapi kondisi kemarau, meski dilakukan melalui tata cara ibadah yang berbeda.

 

“Wujud toleransi, kebersamaan, keberagaman kita, dengan berbagai cara ibadah masing-masing agama dan keyakinan, kita satu tujuan. Sama-sama meminta hujan segera diturunkan di Kabupaten Kutai Kartanegara,” pungkasnya. (Kriz)