Tepian Ahmad Yani Berau Bersiap Jadi Kawasan Wisata Kuliner dam Wisata Perkotaan, Pos Jaga Segera Diaktifkan
POSKOTAKALTIMNEWS, BERAU : Tepian Ahmad Yani, Kabupaten Berau, perlahan diarahkan tidak hanya menjadi ruang publik tempat masyarakat bersantai, tetapi juga sebagai salah satu kawasan wisata kuliner dan wisata perkotaan.
Seiring meningkatnya
aktivitas pedagang dan pengunjung, pemerintah mulai menyiapkan langkah untuk
memastikan kawasan tersebut tetap aman, tertib dan nyaman.
Salah satu langkah
yang akan dilakukan adalah mengoperasikan pos penjaga yang telah selesai
dibangun di kawasan Tepian Ahmad Yani. Pos tersebut nantinya menjadi salah satu
titik pengawasan keamanan dan ketertiban, sekaligus mendukung penataan parkir
yang selama ini menjadi bagian penting dalam pengelolaan kawasan yang semakin
ramai tersebut.
Kepala Dinas
Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau, Yudha Budisantosa, mengatakan
pengoperasian pos penjaga merupakan tindak lanjut instruksi Bupati Berau agar
fasilitas yang telah selesai dibangun tidak dibiarkan begitu saja, melainkan
segera dimanfaatkan sesuai peruntukannya.
“Setelah selesai ini
kan belum berfungsi, makanya terus beliau menginstruksikan kepada kita semua
supaya segera difungsikan. Nah momentum inilah kita rapat tadi supaya ini
berfungsi sesuai dengan tujuannya dibangunnya pos jaga ini,” ujar Yudha, Rabu
(2/9/2026).
Untuk memastikan pos
tersebut dapat berjalan optimal, Disbudpar Berau menggelar rapat koordinasi
bersama Dinas Perhubungan (Dishub), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP),
serta pemerintah kelurahan dan kecamatan.
Koordinasi lintas
sektor tersebut diperlukan karena pengelolaan Tepian Ahmad Yani tidak hanya
menyangkut sektor pariwisata, tetapi juga berkaitan dengan lalu lintas, parkir,
keamanan, ketertiban masyarakat hingga pelayanan kepada wisatawan.
Dalam rencana
pengoperasiannya, Dishub dan Satpol PP akan memiliki tugas yang berbeda. Dishub
akan lebih banyak melakukan pengaturan dan penertiban parkir pada pagi hari.
Sementara ketika aktivitas pedagang dan pengunjung mulai meningkat pada sore
hingga malam hari, Satpol PP akan mengambil peran dalam menjaga keamanan dan
ketertiban kawasan.
“Kalau dari pagi
nanti penertiban parkir seperti parkir-parkir ini nanti dari Dishub. Mungkin
nanti ketika pedagang sudah mulai ramai, dari Satpol PP mulai sore sampai malam
menjaga keamanan yang terdekat,” jelas Yudha.
Pembagian tugas
tersebut diharapkan dapat membuat pengawasan di Tepian Ahmad Yani lebih terarah
sesuai dengan kondisi dan kepadatan aktivitas masyarakat pada waktu yang
berbeda.
Bagi pemerintah,
keberadaan petugas di kawasan tersebut bukan semata-mata untuk melakukan
penertiban. Lebih jauh, kehadiran petugas diharapkan dapat memberikan rasa aman
bagi masyarakat yang datang untuk bersantai, pedagang yang menjalankan
aktivitas usaha, maupun wisatawan yang menikmati suasana kawasan tepian.
Yudha menegaskan,
Tepian Ahmad Yani memiliki potensi lebih besar karena kawasan tersebut mulai
diarahkan sebagai bagian dari pengembangan wisata perkotaan di Berau.
Karena itu, aspek
keamanan dan kenyamanan menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dari
pengembangan kawasan wisata.
“Seluruh pihak kita
libatkan. Termasuk juga kelurahan dan kecamatan sebagai wilayah yang ada di
sini. Untuk sama-sama bahwa ini tempat wisata kuliner kita, wisata perkotaan
yang perlu kenyamanan, keamanan,” katanya.
Dengan konsep
tersebut, penataan Tepian Ahmad Yani diharapkan tidak berhenti pada pembangunan
fisik kawasan.
Pemerintah juga perlu
memastikan kawasan tersebut memiliki sistem pengelolaan yang mampu mengikuti
perkembangan aktivitas masyarakat dan wisatawan. Salah satunya melalui
keberadaan pos penjaga yang nantinya tidak hanya berfungsi sebagai tempat
petugas berjaga. Disbudpar Berau bahkan menyiapkan rencana pengembangan fungsi
pos tersebut menjadi pusat informasi wisata.
Berbagai informasi
mengenai destinasi wisata di Kabupaten Berau nantinya dapat disiapkan di lokasi
tersebut sehingga masyarakat maupun wisatawan yang datang ke Tepian Ahmad Yani
dapat memperoleh informasi mengenai objek wisata yang dapat dikunjungi.
Konsep tersebut
membuat keberadaan pos memiliki fungsi yang lebih luas. Dengan begitu,
pengoperasian pos diharapkan dapat berjalan seiring dengan upaya pemerintah
mengembangkan Tepian Ahmad Yani sebagai salah satu kawasan wisata kota.
Meski demikian,
pengoperasian pos tidak serta-merta dilakukan tanpa persiapan. Disbudpar
bersama instansi terkait masih menyusun jadwal dan mekanisme penjagaan agar
pembagian tugas antarpetugas dapat berjalan dengan baik.
Yudha menargetkan
jadwal penjagaan oleh Dishub dan Satpol PP dapat tersusun dalam satu hingga dua
minggu ke depan.
“Mudah-mudahan dalam
waktu satu sampai dua minggu ini penjadwalannya sudah ada dulu. Karena secara
bertahap lah kita kan,” ungkapnya.
Selain kesiapan
personel, fasilitas pendukung juga menjadi perhatian. Pos penjaga tersebut
masih membutuhkan sejumlah kebutuhan dasar untuk menunjang aktivitas petugas,
antara lain listrik, air, Wi-Fi serta perlengkapan penunjang lainnya.
Disbudpar Berau
selanjutnya akan berkoordinasi dengan Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan
Inovasi Daerah (Bapperida) terkait kebutuhan fasilitas serta dukungan anggaran
yang diperlukan.
Pengoperasian pos
penjaga menjadi salah satu langkah awal pemerintah dalam memperkuat pengelolaan
Tepian Ahmad Yani. Harapannya, kawasan tersebut tidak hanya semakin ramai
dikunjungi, tetapi juga mampu memberikan pengalaman yang nyaman bagi masyarakat
dan wisatawan.
Sebab, semakin
berkembangnya sebuah kawasan wisata, semakin besar pula kebutuhan terhadap
pengelolaan keamanan, ketertiban, parkir dan pelayanan pengunjung.
Yudha berharap keberadaan pos penjaga dapat menjadi bagian dari upaya mewujudkan Tepian Ahmad Yani sebagai kawasan wisata kuliner dan wisata perkotaan yang lebih tertata.
“Kami berharap dengan
difungsikannya pos penjaga ini, kawasan Tepian Ahmad Yani dapat semakin tertata
dan mampu memberikan kenyamanan bagi masyarakat serta wisatawan yang menikmati
kawasan wisata kuliner di sini,” tandasnya. (sep/FN)