Gubernur Rudy : Pentingngya Menjaga Kawasan Perbatasan dan Penyangga IKN
POSKOTAKALTIMNEWS, SAMARINDA: Gubernur Kalimantan Timur Dr H Rudy Mas’ud menegaskan pentingnya sinergi antara Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dan Komando Gabungan Wilayah Pertahanan II (Kogabwilhan II) dalam menjaga kedaulatan negara, khususnya di kawasan perbatasan dan wilayah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).
Hal tersebut disampaikan
Gubernur Harum saat menerima audiensi Panglima Kogabwilhan II Marsdya TNI
Muzafar beserta jajaran di Ruang Rapat Lantai 2 Kantor Gubernur Kaltim, Selasa
(13/10/2026).
Audiensi yang berlangsung
dalam suasana silaturahmi tersebut turut dihadiri Kaskogabwilhan II Laksda TNI
Isswarto, Asren Laksma TNI Dedi Rorna, Asintel Brigjen TNI Sarkistan Sihaloho,
Asops Brigjen TNI Andriyanto, Aster Brigjen TNI Tagor Rio Pasaribu, Koorsmin
Kolonel Lek Jajang Rismanto, serta Dandenma Letkol Kal Dalimunte. Dari Pemprov
Kaltim, tampak hadir Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Prov Kaltim Aji
Muhammaf Fitra Firnanda dan Plt Kepala Badan Kesbangpol AFF Sembiring.
Gubernur Rudy menyampaikan
apresiasi atas kunjungan perkenalan Panglima Kogabwilhan II beserta jajaran. Ia
berharap pertemuan tersebut menjadi awal penguatan koordinasi dan kerja sama
antara Pemprov Kaltim dan Kogabwilhan II dalam mendukung keamanan serta
pembangunan daerah.
“Selamat datang.
Mudah-mudahan sinergi bisa terjalin dengan baik. Yang jelas, Pemprov Kaltim
siap mendukung kegiatan Kogabwilhan II,” tandas Rudy.
Menurutnya, Kalimantan
Timur memiliki karakteristik wilayah yang berbeda dibandingkan daerah lain di
Indonesia, terutama karena berbatasan langsung dengan Malaysia. Kondisi
geografis tersebut membutuhkan perhatian khusus, baik dalam menjaga kedaulatan
negara maupun mengantisipasi berbagai potensi ancaman di kawasan perbatasan.
“Di Kalimantan, kita hanya
dipisahkan dengan patok,” ungkapnya.
Rudy menambahkan, tantangan kewilayahan juga
mencakup persoalan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang dampaknya dapat
meluas hingga ke negara tetangga dalam bentuk kabut asap. Karena itu, diperlukan
koordinasi lintas sektor untuk menangani persoalan tersebut sekaligus
memperkuat pengawasan wilayah.
Selain kawasan perbatasan,
keberadaan IKN di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU),
menjadikan Kaltim memiliki posisi strategis dalam konteks pertahanan dan
keamanan nasional. Menurut Harum, pengawasan terhadap potensi ancaman, terutama
yang berasal dari luar wilayah Indonesia, menjadi semakin penting seiring
dengan perkembangan IKN.
Gubernur juga menyoroti
masih adanya wilayah tanpa akses pemantauan dan komunikasi yang memadai (blank
spot), khususnya di kawasan perbatasan Kaltim–Kalimantan Utara dengan Malaysia.
Kondisi tersebut perlu menjadi perhatian bersama, termasuk melalui pembangunan
infrastruktur jalan untuk meningkatkan aksesibilitas di kawasan perbatasan.
Pembangunan infrastruktur,
lanjutnya, perlu melibatkan masyarakat setempat yang menjadi bagian penting
dalam kehidupan dan aktivitas di wilayah perbatasan. Sinergi pemerintah daerah
dan unsur pertahanan diharapkan dapat mendukung pembangunan sekaligus
memperkuat pengawasan wilayah.
Rudy berharap kehadiran Kogabwilhan II dapat
memperkuat pemantauan terhadap berbagai potensi ancaman serta meningkatkan
koordinasi dengan pemerintah daerah. Dengan demikian, upaya menjaga kedaulatan
negara dapat berjalan beriringan dengan pembangunan dan peningkatan
kesejahteraan masyarakat di Kalimantan Timur. (mar)