Japar Sidiq Soroti Piutang Pajak, Desak Pemkot Tagih Wajib Pajak yang Menunggak
POSKOTAKALTIMNEWS,BALIKPAPAN: Komisi II DPRD Kota Balikpapan mendorong pemerintah kota melalui instansi terkait untuk memaksimalkan penagihan piutang pajak dan retribusi daerah. Langkah ini dinilai penting untuk mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekaligus memperkuat kemandirian fiskal di tengah menyusutnya transfer keuangan daerah (TKD) dari pemerintah pusat.
Anggota Komisi II DPRD
Balikpapan, Japar Sidiq, menegaskan bahwa tunggakan pajak tidak boleh dibiarkan
berlarut-larut. Sebab, piutang yang tidak tertagih berpotensi menghambat
optimalisasi pendapatan daerah, padahal kebutuhan pembiayaan pembangunan terus
meningkat.
“Di tengah kebutuhan
pembiayaan pembangunan yang terus meningkat dan ruang fiskal daerah yang
semakin tertekan akibat pemangkasan transfer keuangan daerah (TKD), potensi PAD
harus benar-benar dimaksimalkan. Salah satunya dengan menagih piutang pajak
yang selama ini belum terselesaikan,” ujar Japar, Selasa (13/10/2026).
Politisi Fraksi PKS
tersebut menilai, penagihan piutang pajak harus menjadi perhatian serius Dinas
Pendapatan Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (DPPRD) Kota Balikpapan. Instansi
terkait diminta tidak hanya mendata tunggakan, tetapi juga memastikan adanya
komitmen dari wajib pajak untuk menyelesaikan kewajibannya.
“Wajib pajak yang memiliki
tunggakan harus didorong untuk menyelesaikan kewajibannya. Jika belum mampu
membayar sekaligus, mekanisme pembayaran secara bertahap bisa menjadi solusi,
sepanjang ada komitmen dan pelaksanaannya terus diawasi sampai lunas,”
tegasnya.
Menurut Japar, pengawasan
terhadap wajib pajak yang tidak patuh perlu diperkuat agar tidak terjadi
pembiaran terhadap tunggakan pajak. Penagihan yang konsisten juga diperlukan
untuk menjaga optimalisasi penerimaan daerah dan memastikan setiap wajib pajak
memenuhi tanggung jawabnya.
“Wajib pajak yang tidak
patuh harus tetap diawasi. Jangan sampai tunggakan terus menumpuk tanpa
penyelesaian. Pemerintah harus memastikan kewajiban pajak dituntaskan, karena
penerimaan tersebut menjadi salah satu sumber PAD yang penting bagi pembiayaan
pembangunan daerah,” katanya.
Japar yang merupakan
anggota DPRD dari daerah pemilihan Balikpapan Utara itu berharap, optimalisasi
penagihan piutang dapat menjadi salah satu langkah konkret pemerintah kota
dalam memperkuat pendapatan daerah.
Dengan demikian, ketika
ruang fiskal semakin terbatas akibat berkurangnya transfer dari pemerintah
pusat, Balikpapan tetap memiliki peluang untuk mengoptimalkan sumber pendapatan
sendiri guna menopang kebutuhan pembangunan.(mid)