Sekda Kukar Minta Peringatan Peristiwa Merah Putih Sangasanga 2027 Dikemas Lebih Inovatif

img

Sekda Kukar, Sunggono memimpin audiensi persiapan peringatan Peristiwa Merah Putih ke-80 di Sangasanga. (Kriz)

 

POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR :  Sekretaris Daerah (Sekda) Kutai Kartanegara (Kukar), Sunggono, meminta persiapan peringatan Peristiwa Merah Putih ke-80 di Kecamatan Sangasanga pada 27 Januari 2027 dikemas dengan konsep baru.

 

Ia menginginkan peringatan bersejarah tersebut tidak sekadar menjadi seremoni tahunan, tetapi mampu memberikan dampak lebih besar bagi masyarakat.

 

Hal itu disampaikannya usai menerima audiensi jajaran Pemerintah Kecamatan Sangasanga di Ruang Rapat Sekretaris Daerah, Kantor Bupati Kukar, Senin (19/10/2026).

 

Pertemuan tersebut membahas rencana rangkaian kegiatan, pihak-pihak yang terlibat, serta usulan anggaran untuk pelaksanaan peringatan tahun depan.

 

Peristiwa Merah Putih Sangasanga merupakan bagian penting dari sejarah perjuangan rakyat Kalimantan Timur dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

 

Setelah Proklamasi Kemerdekaan pada 17 Agustus 1945, perjuangan melawan upaya Belanda untuk kembali menguasai wilayah Indonesia masih berlangsung.

 

Di Sangasanga, perlawanan rakyat memuncak pada Januari 1947 dan menjadi bagian dari sejarah perjuangan mempertahankan kedaulatan Republik Indonesia.

 

Dalam audiensi tersebut, Sekda Kukar mendengarkan pemaparan mengenai konsep kegiatan yang telah disiapkan.

 

Namun, berdasarkan paparan awal, rangkaian acara yang direncanakan masih mengikuti pola pelaksanaan tahun-tahun sebelumnya sehingga perlu dibahas kembali untuk mencari kemungkinan pembaruan.

 

“Secara konseptual, usulan yang disampaikan tadi memang belum ada yang berbeda. Saya menyarankan agar pelaksanaannya dibuat berbeda,” ujarnya.

 

Ia kemudian mengajak jajaran Kecamatan Sangasanga melanjutkan pembahasan di ruangannya untuk mendiskusikan sejumlah kemungkinan yang dapat diterapkan dalam pelaksanaan tahun depan.

 

Pembahasan lanjutan tersebut diharapkan menghasilkan gagasan baru yang tidak hanya memperbarui rangkaian acara, tetapi juga memperbesar manfaat kegiatan bagi masyarakat.

 

Ia menegaskan, peringatan Peristiwa Perjuangan Merah Putih memiliki nilai sejarah penting yang perlu dijaga.

 

Karena itu, pelaksanaannya harus dirancang lebih bermakna agar tidak hanya menjadi agenda rutin yang berulang setiap tahun.

 

“Jangan sampai kegiatan ini terkesan monoton, hanya menjadi seremoni yang dilaksanakan setiap tahun, tetapi tidak memberikan dampak maksimal kepada masyarakat,” tegasnya.

 

Dari sisi dukungan, ia menyebut sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) telah memberikan dukungan terhadap rencana pelaksanaan peringatan tersebut.

 

Meski demikian, ia masih menantikan usulan tambahan dari panitia tingkat kecamatan untuk memperkaya konsep kegiatan yang telah dipaparkan.

 

Adapun anggaran yang diusulkan dalam audiensi tersebut mencapai sekitar Rp630 juta.

 

Besaran anggaran itu menjadi bagian dari pembahasan persiapan, seiring dengan upaya menyusun kegiatan yang lebih berkualitas dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

 

Terkait kepanitiaan, jajaran Kecamatan Sangasanga akan memastikan kesiapan persiapan terlebih dahulu.

 

Ia menjelaskan, dari pemaparan yang diterimanya, susunan kegiatan atau rundown sudah tersedia, tetapi masih mengikuti rangkaian acara yang biasa dilaksanakan pada tahun-tahun sebelumnya.

 

Karena itu, pematangan konsep menjadi salah satu hal yang perlu diselesaikan sebelum persiapan pelaksanaan dilanjutkan.

 

Ia berharap diskusi bersama jajaran terkait dapat menghasilkan format kegiatan yang lebih baik dan sesuai dengan tujuan peringatan.

 

“Harapan saya, mudah-mudahan peringatan 27 Januari tahun depan bisa dilaksanakan dengan konsep yang lebih baik dan memberikan dampak besar kepada masyarakat,” tutupnya. (Adv/Kriz)