3.212 RT di Kukar Bakal Dilengkapi Fasilitas Internet Gratis
Oleh Admin3 menit baca265 dibaca

KUKAR, POSKOTAKALTIMNEWS : Sebanyak 3.212 Rukun Tetangga (RT) di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) bakal dilengkapi fasilitas internet gratis mulai 2026.
Penyediaan sarana tersebut merupakan bagian dari Program Dedikasi ke-16 Kukar Idaman Terbaik yang dikolaborasikan dengan Program RT-KU Terbaik, guna memperluas akses internet sekaligus memudahkan masyarakat mendapatkan layanan berbasis digital.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kukar, Arianto, mengatakan pelaksanaan program tersebut mulai dieksekusi tahun ini.
Pada tahap awal, setiap RT direncanakan mendapatkan satu titik pemasangan fasilitas internet, termasuk dukungan biaya pulsa atau paket internet setiap bulannya.
“Internet gratis ini merupakan salah satu program dedikasi yang rencananya akan kita kolaborasikan dengan program RT-KU Terbaik. Insyaallah, tahun ini program tersebut mulai kita eksekusi. Nantinya, sebanyak 3.212 RT akan memiliki sarana internet gratis,” ujarnya saat ditemui pada Selasa (27/10/2026).
Penyediaan fasilitas tersebut masuk dalam komponen pemanfaatan anggaran Rp50 juta per RT melalui Program RT-KU Terbaik.
Namun, ia menegaskan anggaran itu tidak seluruhnya harus digunakan untuk kebutuhan internet karena masih dapat dialokasikan untuk keperluan lain sesuai ketentuan program.
Fasilitas internet pada tahap awal direncanakan dipasang di rumah ketua RT, lokasi tersebut akan menjadi salah satu titik akses masyarakat, dengan biaya paket internet yang turut disiapkan agar layanan dapat digunakan secara berkelanjutan.
Meski demikian, pemerintah menyadari satu titik pemasangan belum tentu mampu menjangkau seluruh rumah warga, terutama pada RT yang memiliki wilayah luas dan permukiman dengan jarak antar rumah cukup berjauhan.
Karena itu, penambahan titik akses direncanakan pada 2027, jumlah pemasangan nantinya dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing RT, termasuk wilayah dengan jumlah penduduk yang cukup besar.
“Untuk wilayah RT yang cukup luas, satu titik pemasangan mungkin tidak cukup atau belum optimal. Karena itu, pada 2027 titik-titik pemasangan internet gratis akan kita tambah lagi,” jelasnya.
Ia menilai ketersediaan internet saat ini semakin dibutuhkan masyarakat karena berbagai aktivitas telah memanfaatkan layanan daring.
Mulai dari mengakses informasi, pelayanan publik, kegiatan pendidikan hingga aktivitas ekonomi.
Salah satu manfaat yang diharapkan ialah membantu kebutuhan pendidikan, khususnya bagi pelajar yang mengikuti Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).
Dengan tersedianya akses internet di lingkungan RT, orang tua juga diharapkan tidak terlalu terbebani dalam memenuhi kebutuhan paket data anak-anaknya.
“Tujuannya agar seluruh masyarakat bisa mengakses internet tanpa membedakan apakah mereka berasal dari keluarga mampu atau tidak mampu. Sebab, sekarang hampir semua aktivitas sudah menggunakan layanan daring, mulai dari pelayanan publik, belajar, hingga berbelanja,” tuturnya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kukar, Solihin, menyampaikan pihaknya bertanggung jawab dalam pendampingan teknis pelaksanaan program.
Mulai dari penentuan teknologi, pemasangan perangkat, penyusunan petunjuk teknis hingga penanganan apabila terjadi gangguan jaringan.
Menurutnya, pemilihan teknologi tidak dapat disamaratakan karena kondisi infrastruktur jaringan di setiap wilayah Kukar berbeda.
Kawasan yang telah terjangkau kabel optik dapat memanfaatkan layanan provider yang tersedia, sedangkan wilayah yang belum memiliki jaringan tersebut membutuhkan alternatif teknologi lain.
Beberapa pilihan yang dapat dipertimbangkan di antaranya internet berbasis satelit seperti Starlink maupun layanan nirkabel Orbit.
Penentuan teknologi akan mempertimbangkan ketersediaan jaringan dan karakteristik geografis masing-masing wilayah.
Selain itu, kebutuhan perangkat pendukung seperti router dan access point juga akan disesuaikan dengan luas wilayah serta jumlah penduduk.
Langkah tersebut diperlukan agar distribusi jaringan dapat menjangkau masyarakat secara lebih optimal.
“Kalau kami dari Diskominfo itu mendapat tugas untuk pengawalan teknisnya. Jadi nanti bagaimana teknologinya, seperti apa pemasangannya, kemudian bagaimana penanganan kalau ada gangguan, itu di kami,” ungkapnya.
Ia mengatakan, Diskominfo juga menyiapkan regulasi dan petunjuk teknis sebagai pedoman bagi RT dalam merealisasikan fasilitas internet gratis tersebut.
“RT punya dana sekian, teknologinya apa yang cocok. Nanti berapa perangkat yang kita siapkan, tergantung penduduknya,” tutupnya. (Adv/Kriz)



