Kukar Bangun Ekosistem Pendidikan Digital, Perangkat Interaktif hingga Internet Disiapkan
Oleh Admin2 menit baca306 dibaca

KUKAR, POSKOTAKALTIMNEWS : Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) menyiapkan berbagai fasilitas untuk membangun ekosistem pendidikan digital di sekolah.
Upaya tersebut dilakukan melalui penyediaan perangkat pembelajaran interaktif serta dukungan akses internet sebagai penunjang kegiatan belajar mengajar.
Ketersediaan fasilitas ini menjadi bagian dari langkah daerah dalam memperluas pemanfaatan teknologi di lingkungan pendidikan, sehingga proses pembelajaran dapat mengikuti perkembangan zaman.
Pengembangan pembelajaran berbasis teknologi di Kukar sebenarnya telah dirintis sejak beberapa tahun terakhir.
Bahkan, sebelum pemerintah pusat menggulirkan program pengadaan Papan Interaktif Digital (PID) atau Interactive Flat Panel (IFP), pemerintah daerah telah mengalokasikan anggaran untuk menghadirkan perangkat interactive display di sekolah-sekolah.
Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri mengatakan, pemanfaatan perangkat digital dalam kegiatan belajar mengajar telah menjadi bagian dari perhatian pemerintah daerah.
Pengadaan fasilitas tersebut merupakan langkah untuk memperkenalkan penggunaan teknologi sebagai penunjang proses pembelajaran di ruang kelas.
“Kalau kita di Kukar, sebenarnya sudah lebih dahulu memulai itu,” ujarnya saat ditemui di Tenggarong pada Senin (26/10/2026).
Ia menjelaskan, penyediaan perangkat pembelajaran interaktif tersebut telah dilakukan secara bertahap melalui program pemerintah daerah sejak periode pemerintahan sebelumnya.
“Pemenuhan terhadap interactive display yang ada di masing-masing sekolah sudah dilaksanakan sejak zaman Pak Edi Damansyah,” ungkapnya.
Dalam pengembangannya, kebijakan pendidikan di Kukar juga tetap memperhatikan arah pembangunan nasional.
Penyusunan program daerah diselaraskan dengan kebijakan pemerintah pusat sebagaimana tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
Namun, ia mengingatkan bahwa digitalisasi pendidikan tidak cukup hanya dengan menghadirkan perangkat teknologi di sekolah.
Pemerintah perlu melihat kesiapan setiap satuan pendidikan agar fasilitas yang disediakan benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan dapat dimanfaatkan dalam kegiatan belajar mengajar.
Sebab, penggunaan perangkat digital membutuhkan dukungan infrastruktur yang memadai.
Ketersediaan jaringan internet dan pasokan listrik menjadi kebutuhan mendasar agar teknologi pembelajaran dapat beroperasi dengan baik.
Selain itu, kesiapan tenaga pendidik dalam memanfaatkan fasilitas tersebut juga menjadi bagian penting dalam penerapan pembelajaran berbasis digitalUntuk menunjang kebutuhan konektivitas, Pemkab Kukar telah menyediakan fasilitas internet gratis bagi sekolah.
Akses tersebut diharapkan dapat membantu tenaga pendidik dan peserta didik memanfaatkan berbagai sumber pembelajaran digital, sekaligus mendukung penggunaan perangkat interaktif yang telah disediakan.
Sementara dari sisi kelistrikan, ia menyebut hampir seluruh sekolah di Kukar telah mendapatkan akses listrik.
Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor pendukung dalam memperluas pemanfaatan teknologi di lingkungan pendidikan.
“Kalau internet memang masih ada, sudah kita fasilitasi. Untuk listrik, menurut hemat kami, hampir tidak ada sekolah yang tidak teraliri listrik,” tutupnya. (Adv/Kriz)




