Garap Potensi Sawit, Tabang Bidik Peluang Ekonomi dari Investasi Perkebunan
Oleh Admin2 menit baca341 dibaca

POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR: Kecamatan Tabang, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), mulai mengembangkan potensi sektor perkebunan kelapa sawit sebagai salah satu peluang peningkatan ekonomi wilayah.
Sejumlah investor mulai disebut telah menjajaki pengembangan perkebunan di beberapa desa, yang diharapkan dapat membuka peluang usaha sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat.
Camat Tabang, Asmi Riyandi Elvander mengatakan, sektor perkebunan menjadi salah satu potensi yang saat ini mulai berkembang di wilayahnya.
Masuknya sejumlah investor menjadi peluang untuk mengoptimalkan potensi daerah, sekaligus membuka ruang pengembangan ekonomi masyarakat melalui sektor perkebunan.
"Ya saat ini yang masih berkembang di wilayah Kecamatan Tabang itu adalah perkebunan. Ada beberapa investor yang masuk di Kecamatan Tabang dan ini mulai dari proses sosialisasi untuk beberapa wilayah terkait penggarapan perkebunan sawit," ujarnya saat ditemui di Tenggarong pada Kamis (29/10/2026).
Menurutnya, pengembangan investasi perkebunan tersebut diharapkan tidak hanya memberikan keuntungan bagi perusahaan, tetapi juga menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat.
Salah satunya melalui pola kemitraan dengan skema plasma sebesar 20 persen yang diarahkan untuk masyarakat.
Dalam pengembangan perkebunan kelapa sawit, pola kemitraan inti-plasma merupakan bentuk kerja sama antara perusahaan perkebunan dengan masyarakat.
Perusahaan berperan dalam pengembangan usaha perkebunan, sedangkan masyarakat memperoleh kesempatan untuk terlibat melalui kebun plasma.
Skema ini diharapkan dapat membuka sumber pendapatan masyarakat dari sektor perkebunan, sekaligus membangun hubungan kemitraan yang saling menguntungkan.
Ia menyebut, keterlibatan masyarakat melalui skema tersebut menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam pengembangan investasi sawit di Kecamatan Tabang.
"Pada saat ini, yang jelas kalau perkembangan sawit, 20 persen untuk plasmanya itu diarahkan kepada masyarakat itu sendiri," ungkapnya.
Meski demikian, pengembangan investasi tersebut masih berada pada tahap awal.
Sejumlah investor tengah menjalankan proses pembebasan lahan dan penyatuan kepemilikan lahan sebagai bagian dari persiapan pengembangan perkebunan.
Tahapan tersebut mulai berjalan di beberapa wilayah desa di Kecamatan Tabang.
"Kalau realisasi belum, ini kan baru mau on progress. Dalam proses pembebasan lahan, kemudian penyatuan kepemilikan lahan. Itu tahapan yang dilakukan oleh pihak investor dan saat ini sudah berjalan di beberapa wilayah desa di Kecamatan Tabang," jelasnya.
Pemerintah kecamatan berharap seluruh tahapan pengembangan investasi dapat berjalan dengan baik, termasuk pelaksanaan pola kemitraan yang memberikan ruang bagi masyarakat untuk ikut merasakan manfaatnya.
"Mudah-mudahan kita dorong itu bersama-sama sehingga ini berjalan dengan baik di Kecamatan Tabang, khususnya untuk perkembangan sawit," tutupnya. (Adv/Kriz)




