Jelang Pelaksanaan MTQH XLVI, Pemkab Kukar Gelar Ekspose Bersama LPTQ Kaltim
Oleh Admin2 menit baca340 dibaca

KUKAR, POSKOTAKALTIMNEWS: Pemantapan teknis penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Qur'an dan Hadis (MTQH) XLVI tingkat Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) Tahun 2026 menjadi pembahasan dalam ekspose yang digelar Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) bersama Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an (LPTQ) Provinsi Kaltim di Pendopo Odah Etam, Tenggarong, Selasa (3/11/2026).
Kegiatan tersebut membahas berbagai aspek persiapan menjelang pelaksanaan MTQH yang dijadwalkan berlangsung pada 3-11 Desember 2026.
Mulai dari kesiapan fasilitas, pelayanan kafilah, penyusunan buku panduan hingga pengaturan agenda dan teknis kedatangan peserta.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar, Sunggono mengatakan, koordinasi melalui ekspose diperlukan agar seluruh pihak memiliki pemahaman yang sama terhadap tahapan penyelenggaraan.
“Melalui forum ini, kita menegaskan betapa pentingnya koordinasi sebagai langkah krusial untuk menyatukan persepsi, memperkuat koordinasi, serta membangun komunikasi bersama demi menyukseskan penyelenggaraan MTQH tingkat Provinsi Kaltim,” ujarnya.
Ia menyebutkan, Pemkab Kukar berkomitmen mendukung pelaksanaan kegiatan melalui penyediaan berbagai fasilitas, mulai dari akomodasi, transportasi, katering hingga layanan medis.
Jumlah peserta yang diperkirakan hadir mencapai lebih dari 1.500 orang dari 10 kabupaten/kota.
“Kami ingin menjadi tuan rumah yang ramah, hangat, dan berkesan bagi seluruh kafilah yang datang. Semangat kita dalam menyelenggarakan perhelatan ini semakin besar, terlebih Kaltimmbaru saja sukses meraih predikat juara umum pada STQ Nasional 2025,” kata dia.
Ia juga mengingatkan bahwa penyelenggaraan MTQH memiliki makna lebih luas daripada kompetisi.
Kegiatan tersebut menjadi sarana syiar untuk memperkuat kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur'an dan hadis.
Sementara itu, Sekda Provinsi Kaltim sekaligus Ketua LPTQ Provinsi Kaltim, Sri Mulyani, mengapresiasi kesiapan Pemkab Kukar.
Ia menyebut Tenggarong bukan daerah asing dalam penyelenggaraan kegiatan berskala besar.
“Bagi saya, Kukar ini sudah sangat punya rekam jejak dalam menyelenggarakan berbagai kegiatan, baik berskala nasional maupun daerah,” ungkapnya.
Dalam ekspose tersebut, ia turut menyampaikan sejumlah catatan untuk menyempurnakan persiapan, terutama mengenai buku panduan penyelenggaraan.
Dokumen tersebut direncanakan dibagikan kepada seluruh kafilah menjelang 19 November 2026, setelah proses verifikasi akhir dan sebelum pelaksanaan technical meeting.
Menurutnya, buku panduan harus memuat agenda dan jadwal kegiatan secara terperinci agar setiap kafilah dapat memahami tahapan penyelenggaraan sebelum tiba di lokasi.
“Dengan demikian, pada saat technical meeting, pembahasan diharapkan tidak lagi terlalu banyak menyangkut hal-hal yang bersifat teknis dasar, melainkan lebih difokuskan pada hal-hal prinsip yang perlu disepakati bersama,” jelasnya.
Selain buku panduan, pengaturan kedatangan dan verifikasi faktual peserta juga menjadi perhatian.
Verifikasi faktual dijadwalkan berlangsung pada 4 Desember 2026.
Kafilah yang datang lebih awal dapat mengikuti prosesi penyambutan yang disiapkan panitia, sedangkan peserta yang tiba bertepatan dengan jadwal verifikasi disarankan langsung diarahkan ke lokasi pemeriksaan.
Ia berharap kepala perangkat daerah dan jajaran terkait dapat bersiaga untuk memberikan pelayanan sesuai kebutuhan kafilah.
“Dengan demikian, nantinya para kepala perangkat daerah dan jajaran terkait dapat bersiaga untuk memberikan pelayanan sesuai kebutuhan kafilah,” tutupnya. (Adv/Kriz)




