Dinkes Kukar Harapkan Muswil PATELKI Lahirkan Program Penguatan Profesi ATLM
Oleh Admin3 menit baca265 dibaca

KUKAR, POSKOTAKALTIMNEWS : Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) berharap Musyawarah Wilayah (Muswil) ke-VIII Persatuan Ahli Teknologi Laboratorium Medik Indonesia (PATELKI) Kalimantan Timur dapat melahirkan program penguatan profesi Ahli Teknologi Laboratorium Medik (ATLM), terutama untuk menjawab kebutuhan tenaga laboratorium medik yang masih terbatas di Kukar.
Harapan tersebut disampaikan Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinkes Kukar, Leni Astuti, usai menghadiri Muswil ke-VIII DPW PATELKI Kalimantan Timur yang berlangsung di Grand Fatma Hotel, Tenggarong, Sabtu (7/11/2026).
Menurutnya, ketersediaan tenaga ATLM di Kukar hingga kini masih mengalami kekurangan.
Karena itu, diperlukan perhatian dan langkah bersama untuk mendorong lahirnya tenaga-tenaga profesional baru di bidang laboratorium medik.
"Sebenarnya, tenaga ATLM di Kukar masih sangat kurang. Mudah-mudahan ada rumusan atau rekomendasi dari teman-teman PATELKI melalui musyawarah ini yang bisa menjadi batu loncatan untuk melahirkan tenaga-tenaga ahli laboratorium baru, sehingga kebutuhan tenaga ATLM di Kukar dapat terpenuhi," ungkapnya.
Ia menilai, keberadaan PATELKI memiliki peran penting dalam pengembangan profesi ATLM.
Melalui organisasi tersebut, berbagai program dan gagasan dapat dirumuskan untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia sekaligus mendukung kualitas pelayanan kesehatan.
Ia juga mengapresiasi kepercayaan yang diberikan kepada Tenggarong sebagai tuan rumah pelaksanaan Muswil ke-VIII PATELKI Kalimantan Timur.
Ia berharap kegiatan tersebut semakin memperkuat hubungan antara organisasi profesi dan pemerintah daerah.
"Kami sangat mengapresiasi kegiatan PATELKI ini. Apalagi Tenggarong dipercaya menjadi tuan rumah Musyawarah Wilayah ke-VIII. Kami berharap ke depannya Dinas Kesehatan bersama PATELKI dapat bersinergi dalam memajukan serta meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di Kukar," kaya dia.
Selain penguatan profesi, ia turut menyinggung pentingnya meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit tidak menular (PTM), seperti hipertensi dan diabetes melitus.
Menurutnya, penyakit tersebut kerap berkembang tanpa disadari dan kini mulai ditemukan pada kelompok usia muda.
Pola hidup kurang sehat, minim aktivitas fisik, serta kebiasaan mengonsumsi makanan dan minuman dengan kadar gula tinggi menjadi sejumlah faktor risiko yang perlu diperhatikan masyarakat.
"Jangan sampai kurang aktivitas fisik dan tidak memperhatikan asupan makanan bergizi justru meningkatkan risiko penyakit tidak menular. Ini menjadi salah satu fenomena yang perlu kita waspadai saat ini," jelasnya.
Sementara itu, Wakil Sekretaris II Dewan Pengurus Pusat (DPP) PATELKI, Dimas Prapanca, menyampaikan bahwa Muswil menjadi momentum penting untuk memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus mempersiapkan kepemimpinan yang mampu menghadapi dinamika profesi.
Ia menyebut Kalimantan Timur memiliki posisi strategis dalam pembangunan nasional.
Kondisi tersebut menjadi peluang sekaligus tantangan bagi profesi ATLM untuk meningkatkan profesionalisme, integritas, dan daya saing.
Menurutnya, perubahan regulasi di bidang kesehatan, khususnya yang berkaitan dengan tata kelola profesi dan pelayanan laboratorium, menuntut organisasi untuk mampu beradaptasi.
Berbagai dinamika kebijakan tersebut perlu disikapi secara matang agar tidak menghambat perkembangan profesi.
Ia juga menyinggung sejumlah perkembangan regulasi kesehatan, termasuk putusan Mahkamah Agung terkait pengujian materiil Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan.
Hal tersebut menjadi salah satu bahan yang perlu dicermati dan dikaji oleh organisasi dalam menentukan langkah ke depan.
Melalui Muswil ke-VIII ini, DPP PATELKI berharap dapat terbentuk kepengurusan wilayah yang memiliki dedikasi, loyalitas, serta komitmen dalam menjalankan roda organisasi.
Forum tersebut juga diharapkan menghasilkan program kerja yang mampu menjawab tantangan profesi dan kebutuhan anggota di lapangan.
"Kita tidak bisa hanya diam. Kita harus mengambil peran dan terus mendorong organisasi untuk bertransformasi serta adaptif terhadap berbagai kebijakan yang ada," tutupnya. (Adv/Kriz)




