Kerusakan Parah Akses Trans Kalimantan di Batas Kaltim-Kalteng,Masyarakat 5 Kampung Berharap Pemerintah Tanggap
Oleh Admin2 menit baca5.931 dibaca

Keterangan foto : Tampak sejumlah loging mengangkut kayu log diakses Trans Kalimantan, tepatnya di kawasan Areng, Kecamatan Bentian Besar, Kubar, Kaltim, Rabu (25/3/2020), membuat akses itu semakin rusak parah. (foto : Imran/Poskota Kaltim )
SENDAWAR –
Masyarakat lima kampung di Kecamatan Bentian Besar, Kabupaten Kutai Barat
(Kubar), mengharapkan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dan
pemerintah pusat segera tanggap.
Yakni terkait dengan kerusakan parah akses Trans Kalimantan, dari Kampung Dilang Puti, Kecamatan Bentian Besar, Kabupaten Kubar , Provinsi Kaltim, menuju kawasan Kecamatan Gunung Purei, Kabupaten Barito Utara, Provinsi Kalimantan Tengah.
Kerusakan parah akses itu berada dalam wilayah Kabupaten Kubar. Bahkan dari perbatasan Kalteng-Kaltim itu, sejumlah kampung/desa berada dalam wilayah Kecamatan Bentian Besar. Diantaranya Kampung Dilang Puti, Jelmu Sibaq, Penarung, Randa Empas, Sambung, Suakong, Tende, dan Tukuq.
“Kami sudah puluhan tahun tersiksa dengan kondisi jalan Trans Kalimantan yang rusak parah ini pak (wartawan, RED,.-). Apabila ada keluraga yang sakit kami pasrah dengan keadaan. Karena rumah sakit jauh di kabupaten,” ucap Ramos (47) salah satu warga Kampung Randa Empas kepada Poskota Kaltimnews.com, Rabu (25/3/2020) di Kampung Dilang Puti.
Dipaparkan Radius Tomi (35), warga perantau asal Kalteng ini mengaku sudah bermukim di Bentian Besar selama 7 tahun. Dia berkisah betapa pilu kesedihan masyarakat beberapa kampung di akses Trans Kalimantan itu. Apabila ada yang sakit parah atau akan melahirkan, hanya dengan bantuan puskesmas terdekat serta berpasrah diri.
“Meski ada kendaraan mobil, jalan itu tidak bisa dilintasi cepat. Kerusakan parah sudah berpuluh tahun. Tapi kami heran kenapa pemerintah seolah ‘menutup mata’. Seharusnya segera diperbaki, karena akses itu satu-satunya urat nadi kami di Bentian Besar,” ucapnya.
Meski tak senada dengan warga Bentian Besar lainnya, Yulius Stanley (52) menyebut kerusakan parah akses trans Kalimantan disebabkan oleh angkutan kendaraan besar yang tak terhingga muatan. Parah lagi saat ini kata dia, selain kendaraan besar angkutam umum, setiap hari akses itu dilintasi oleh angkutan kayu loging.
“Iya bisa di pantau sendiri, setiap hari truk dan loging bermuatan kayu log melintasi akses trans Kalimantan di kawasan Bentian Besar. Karena banyak sawmill dan bandsaw (pabrik penggergajian kayu log) disini pak,” ujarnya.
“Betapa kami masyarakat 5 kampung dalam wilayah Kubar diperbatasan Kaltim-Kalteng ini menderita. Mulai dari kesehatan sampai untuk mendapatkan sembako sangat jauh. Terkait kerusakan jalan ini kami harap pemerintah segera tanggap,” pungkasnya.
Dikonfirmasi terpisah, Ketua Umum Asosiasi Jurnalis Kutai Barat-Mahakam Ulu (AJK) Alfian Nur SE membenarkan kondisi akses trans Kalimantan di perbatasan Kaltim-Kalteng itu saat ini mengalami kerusakan sangat parah.
“Dalam pantauan kami (AJK) bulan lalu, benar sekali kerusakan parah akses trans Kalimantan di Kecamatan Bentian Besar hingga kawasan Lampeyong, Barito Utara. Kesulitan masyarakat Kampung Dilang Puti, Jelmu Sibaq, Penarung, Randa Empas, Sambung, Suakong, Tende, dan Tukuq dengan kondisi itu,” tegasnya, didampingi Sekretaris Umum AJK, Imran Yusran SP.
Alfian Nur menegaskan, masyarakat 5 kampung tersebut selama ini mengalami kesulitan karena akses itu rusak parah. Saat akan berobat dan untuk mendapatkan sembako harus melintasi akses yang nyaris tak layak pakai. (imn)



