Kerusakan Parah Akses Trans Kalimantan di Batas Kaltim-Kalteng,Masyarakat 5 Kampung Berharap Pemerintah Tanggap
Keterangan foto
: Tampak sejumlah loging mengangkut kayu log diakses Trans Kalimantan,
tepatnya di kawasan Areng, Kecamatan Bentian Besar, Kubar, Kaltim, Rabu
(25/3/2020), membuat akses itu semakin rusak parah. (foto : Imran/Poskota
Kaltim )
SENDAWAR –
Masyarakat lima kampung di Kecamatan Bentian Besar, Kabupaten Kutai Barat
(Kubar), mengharapkan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dan
pemerintah pusat segera tanggap.
Yakni terkait
dengan kerusakan parah akses Trans Kalimantan, dari Kampung Dilang Puti,
Kecamatan Bentian Besar, Kabupaten Kubar , Provinsi Kaltim, menuju
kawasan Kecamatan Gunung Purei, Kabupaten Barito Utara, Provinsi Kalimantan
Tengah.
Kerusakan parah
akses itu berada dalam wilayah Kabupaten Kubar. Bahkan dari perbatasan
Kalteng-Kaltim itu, sejumlah kampung/desa berada dalam wilayah Kecamatan
Bentian Besar. Diantaranya Kampung Dilang Puti, Jelmu Sibaq,
Penarung, Randa Empas, Sambung, Suakong, Tende, dan Tukuq.
“Kami sudah
puluhan tahun tersiksa dengan kondisi jalan Trans Kalimantan yang
rusak parah ini pak (wartawan, RED,.-). Apabila ada keluraga yang sakit kami
pasrah dengan keadaan. Karena rumah sakit jauh di kabupaten,” ucap Ramos
(47) salah satu warga Kampung Randa Empas kepada Poskota Kaltimnews.com, Rabu
(25/3/2020) di Kampung Dilang Puti.
Dipaparkan
Radius Tomi (35), warga perantau asal Kalteng ini mengaku sudah bermukim
di Bentian Besar selama 7 tahun. Dia berkisah betapa pilu kesedihan
masyarakat beberapa kampung di akses Trans Kalimantan itu. Apabila ada yang
sakit parah atau akan melahirkan, hanya dengan bantuan puskesmas terdekat
serta berpasrah diri.
“Meski ada
kendaraan mobil, jalan itu tidak bisa dilintasi cepat. Kerusakan parah
sudah berpuluh tahun. Tapi kami heran kenapa pemerintah seolah ‘menutup
mata’. Seharusnya segera diperbaki, karena akses itu satu-satunya urat
nadi kami di Bentian Besar,” ucapnya.
Meski tak senada
dengan warga Bentian Besar lainnya, Yulius Stanley (52) menyebut kerusakan
parah akses trans Kalimantan disebabkan oleh angkutan kendaraan besar
yang tak terhingga muatan. Parah lagi saat ini kata dia, selain kendaraan besar
angkutam umum, setiap hari akses itu dilintasi oleh angkutan kayu loging.
“Iya bisa di
pantau sendiri, setiap hari truk dan loging bermuatan kayu log melintasi
akses trans Kalimantan di kawasan Bentian Besar. Karena banyak sawmill dan
bandsaw (pabrik penggergajian kayu log) disini pak,” ujarnya.
“Betapa kami
masyarakat 5 kampung dalam wilayah Kubar diperbatasan Kaltim-Kalteng ini
menderita. Mulai dari kesehatan sampai untuk mendapatkan sembako sangat jauh.
Terkait kerusakan jalan ini kami harap pemerintah segera tanggap,” pungkasnya.
Dikonfirmasi
terpisah, Ketua Umum Asosiasi Jurnalis Kutai Barat-Mahakam Ulu (AJK)
Alfian Nur SE membenarkan kondisi akses trans Kalimantan di perbatasan
Kaltim-Kalteng itu saat ini mengalami kerusakan sangat parah.
“Dalam pantauan
kami (AJK) bulan lalu, benar sekali kerusakan parah akses trans Kalimantan di
Kecamatan Bentian Besar hingga kawasan Lampeyong, Barito Utara. Kesulitan
masyarakat Kampung Dilang Puti, Jelmu Sibaq, Penarung, Randa
Empas, Sambung, Suakong, Tende, dan Tukuq dengan kondisi itu,”
tegasnya, didampingi Sekretaris Umum AJK, Imran Yusran SP.
Alfian Nur
menegaskan, masyarakat 5 kampung tersebut selama ini mengalami kesulitan karena
akses itu rusak parah. Saat akan berobat dan untuk mendapatkan sembako harus
melintasi akses yang nyaris tak layak pakai. (imn)