Dewan Soroti Pendataan Penerima Sembako Belum Akurat

img

H Azhar Nuryadi (Anggota DPRD Kukar)

 

 TENGGARONG, Penyaluran bantuan paket sembako tahap pertama Pemkab Kukar untuk warga terdampak Covid-19 diwilayah hulu Kutai Kartanegara disorot kalangan anggota legislatif.

Pasalnya, diwilayah hulu Kukar banyak warga yang terdata untuk mendapatkan bantuan sembako, padahal seharusnya menerima bantuan tersebut.

H Azhar Nuryadi Anggota DPRD Kukar asal Partai Golkar mengingatkan pemerintah supaya melakukan pendataan secara akurat, bagi warga yang berada wilayah hulu Kukar.”Karena banyak warga yang telpon saya, mengadu tidak mendapatkan bantuan sembako.” Katanya.

Contoh saja warga di Desa Tuana Tuha Kecamatan Kenohan, jumlah KK sebanyak 850, namun dalam realisasi bantuan hanya sebanyak 10 paket sembako saja yang disalurkan. Padahal di desa tersebut dalam status zona merah, warga yang akan keluar dan masuk didesa tersebut tidak bisa karenadalam status zona merah.

“Status zona merah tapi bantuan yang disalurkan untuk warga disitu Cuma 10 paket saja, oleh sebab itu saya minta pendataan dilakukan lagi supaya akurat,” tegasnya.

Sementara itu Sopan Sopian, anggota DPRD yang juga dari Dapil 6 yakni wilayah hulu Kukar mengatakan, bahwa warga kurang mampu yang belum menerima bantuan sembako, harus masuk dalam pendataan pada penyaluran bantuan sembako tahap kedua nanti.

“Kami anggota dewan dari Dapil 6 ikut mendampingi pak Bupati dalam penyaluran bantuan sembako, dan beliau menyampaikan tolong disisir, masyarakat yang memang terdampak dan belum mendapat bantuan, agar nanti dimasukkan dalam penerima bantuan,” ungkap Sopan Sopian.(awi/)