Potensi PAD Belum Tergali Optimal, Begini Respon Komisi II DPRD Kukar

img

(Ketua Komisi II Hamdan, bersama dua anggota Komisi II Firnadi Ikhsan dan Sopan Sopian)

TENGGARONG, Potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Kabupaten Kutai Kartanegara sejauh ini belum tergali secara optimal, padahal jika semua potensi dimaksimalkan nilai PAD Kukar bisa tiga kali lipat jumlahnya,  dari nilai perolehan PAD Kukar sekarang ini, yang mencapai Rp400 miliar pertahun.

“Kami menilai bahwa banyak potensi PAD di Kukar ini belum tergali optimal,” kata Ketua Komisi II DPRD Kukar Hamdan usai memimpin RDP (Rapat Dengar Pendapat) dengan pihak Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kukar, Selasa (9/3/2021) siang.

Dikatakan Hamdan, bahwa APBD Kukar cukup besar selama ini ditopang pada dana bagi hasil dari pemerintah pusat, namun disadari bahwa dana bagi hasil tersebut makin tahun tren nya akan makin menurun, sehingga tentunya perlu langkah langkah yang tepat yang mesti dilakukan pemerintah Kukar, yakni dengan mengoptimalkan potensi PAD Kukar, seperti retribusi rumah makan, parkir, perijinan, galian C, maupun retribusi penggunaan fasilitas olahraga, dan retribusi lainnya.

“Kalau berbicara keseluruhan potensi PAD kita itu besar sekali, bahkan target target yang lalu, itu bisa melampaui, sampai tiga kali lipatnya dapat Rp300 miliar sampai 400 miliar, yaitu bisa capai Rp1 triliunan,” papar Hamdan.

Untuk bisa mengoptimalkan potensi perolehan PAD, lanjut Hamdan, harus dilakukan penguatan regulasi, kemudian melakukan evaluasi terhadap sejumlah Perda, kemudian mekanisme pemungutan dan komitmen kuat menjalankan kewajiban sebagaimana diamanahkan dalam undang undang itu sendiri.

“Daerah atau kota lain ada yang tidak memiliki SDA melimpah seperti di Kukar, tetapi perolehan PAD sangat besar bisa capai lebih Rp1 triliun setiap tahunya, Kukar bisa seperti itu sepanjang punya komitmen yang kuat, SDM harus disiapkan, pengawasan dan penarikan retribusi atau pajak daerah harus dijalankan maksimal,” katanya.(awi/poskotakaltimnews.com)