Empat Bumdes di Kembang Janggut Dapat Bagian Bungkil Sawit
Wakil Ketua DPRD Siswo
Cahyono saat memimpin pertemuan
POSKOTAKALTIMNEWS.COM,
TENGGARONG- Komisi
II DPRD Kukar menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait pembagian bungkil
PT Rea Kaltim Plantations, di ruang Badan Musyawarah (Banmus), Selasa
(25/5/2021).
Rapat tersebut dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD
Kukar Siswo Cahyono, didampingi Wakil Ketua Komisi II Betaria Magdalena, dan
anggota Komisi II Hamdiah, turut hadir Kades Muai, Kades Kembang Janggut, Kades
Kelekat, Koperasi Lamin Telihan, danPerwakilan manajemen PT Rea Kaltim.
Pertemuan
dilakukanuntuk menemukan solusi, terkait
pembagian bungkil baik itu kepada Koperasi Lamin Telihan maupun Bumdes (Badan
Usaha Milik Desa).
Wakil
Ketua DPRD Kukar Siswo Cahyono mengatakan, pihak desa meminta pembagian bungkil
oleh PT Rea Kaltim bisa terdistribusikan dengan merata, karena selama ini
pengelolaan bungkil itu dikelola oleh Koperasi Lamin Telihan, notabenenya
keberadaan koperasi Lamin Telihan tidak berdomisili di wilayah Kelekat.
"Namun
aktivitasnya di Kelekat, tetapi tidak bisa di salahkan juga, karena mereka dari
pihak Bumdes ini belum pernah melirik bungkil itu, ya suatu sampah yang tidak
berguna. Ternyata dalam proses perjalanan bungkil ini punya nilai jual bisa
dikatakan lumayan lah buat pemasukan desa" kata Siswo Cahyono, di ruang
Banmus, Selasa (25/5/2021)
Perlu
diketahui saat itu memang Bumdes mereka belum terbentuk, Bumdes mereka
terbentuk pada 2016 ke atas, berharap mereka juga bisa menjadi mitra di PT Rea
Kaltim.
"Saat
ini yang bisa dijadikan mitra hanya bungkil, karena seluruh kegiatan lain belum
bisa dilaksanakan misal, transport, transport sudah berjalan tetapi ketika air
pasang mereka menggunakan kapal dan tidak menggunakan angkutan angkutan yang
dikelola oleh masing masing Bumdes dan koperasi" tuturnya
Hasil
rapat telah disepakati bahwa, 40 persen kuota bungkil untuk Koperasi Lamin
Telihan, sisanya itu di bagi 4 desa, Bumdes Kembang Janggut, Pulau Pinang, Muai,
dan Bumdes Kelekat.
"Masing
masing desa mendapat 15 persen dari kesepakatan yang sudah di tentukan. Secara
komposisi mereka dapat 150 ton, 150 ton tersebut tergantung dari kapasitas
produksinya, bisa saja dalam 2 minggu mereka dapat 150 ton atau sebulan 150
ton" katanya
Pihaknya
menghimbau kepada PT Rea Kaltim, setiap usaha atau kegiatan yang ada di lokasi
tersebut, baik dalam bentuk bisnis maupun CSRnya melibatkan Bumdes yang ada,
seperti di isyaratkan oleh kementerian perdesaan tertinggal.(*riz/adv)