Wilayah Hulu Kukar Terendam Banjir, Betaria: Harus Ada Kesadaran Masyarakat
(Betaria
Magdalena, Anggota DPRD Kukar)
POSKOTAKALTIMNEWS.COM,
TENGGARONG-
11 Desa dengan jumlah rumah sekitar 2.746 di Kecamatan Kembang Janggut
Kabupaten Kutai Kartanegara, terendam banjir pada akhir pecan tadi.
Anggota
DPRD Kukar asal Dapil VI Betaria Magdalena menyampaikan bahwa banjir terjadi karena
curah hujan cukup tinggi yang menyebabkan air sungai meluap sehingga terjadi
banjir.
"Akibat
banjir banyak Kecamatan maupun desa yang terdampak, seperti di Kecamatan
Tabang, Kembang Janggut, Kenohan dan Kota Bangun, memang betul kiriman air dari
hulu ke hilir" kata Betaria Magdalena yang menjabat Wakil Ketua Komisi II
DPRD Kukar kepada Poskotakaltimnews, di ruang Banmus DPRD Kukar, Selasa
(25/5/2021).
Selain
faktor cuaca, tidak terlepas juga faktor kelalaian manusia (humman error),
masyarakat suka membuang sampah sembarang yang menjadi penyebab banjir juga,
dan banyak perusahan yang merusak alam.
"Alam
kita di hulu sudah sangat parah sehingga penyerapan air kurang kedalam
tanah dan mengalir ke hilir yakni Kembang Janggut maupun Kenohan dan sebagainya,
maka terjadilah banjir" ucapnya.
Setidaknya
ada cara untuk menanggulanginya, dengan cara masyarakat harus sadar tidak
melakukan penebangan liar, tidak membuang sampah sembarangan, kalau faktor
cuaca memang tidak bisa di antisipasi.
"Saya
sebagai Anggota DPRD dari Dapil VI sangat prihatin, sekarang mudah banget
terjadi banjir, perlu kesadaran dari kita masyarakat dari manusianya sendiri.
Seingat saya, karena di hulu tidak setiap tahun terjadi banjir namun ketika
faktor alam saat ini tidak begitu stabil hampir setiap tahun banjir dalam waktu
5 tahun ke belakang, dulu tidak setiap tahun" katanya.(*riz/adv)