Kementerian ESDM Minta Pertamina Libatkan SKK Migas di Blok Mahakam
BALIKPAPAN, Kementerian ESDM menyatakan secara resmi pengelola blok Mahakam adalah Pertamina Hulu Mahakam (PHM). Selanjutnya PHM dapat melibatkan operator lama yakni Total E & P Indonesie bersama Inpex Corporation, selain itu setiap melakukan langkah-langkah khusus terkait pengoperasian blok Mahakam agar PHM tetap melibatkan Satuan Kerja Khusus Minyak dan Gas (SKK Migas).
PT Pertamina (Persero) dipastikan mengambil alih Blok Mahakam per 1 Januari 2018 melalui anak usahanya PHM, dalam pengelolaan Blok Mahakam, Pertamina bisa menawarkan saham hingga 39 persen kepada kontraktor lama yakni Total E & P Indonesie dan Inpex Corporation Jepang.
Demikian dikatakan Staf Khusus Kementerian ESDM, Hadi Djuraid, dia mengatakan pemerintah membebaskan Pertamina menggunakan sistem business to business (b to b) dalam pengelolaan Blok Mahakam dengan melibatkan operator lama Total E & P Indonesie serta Inpex Corporation. Namun demikian kata Hadi Djuraid, setiap langkah yang akan diambil perusahaan minyak dan gas BUMN dalam hal ini PHM, harus tetap melibatkan SKK Migas, silakan dibicarakan (Pertamina dengan kontraktor lama).
Sumber resmi dari Kementerian ESDM ini menargetkan produksi Minyak dan Gas (Migas) tidak boleh terganggu, tidak boleh turun, blok Mahakam saat ini dikelola Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) yakni Total E&P Indonesia (TEPI) dan Inpex Corporation namun masa kontrak kedua kontraktor tersebut akan habis pada 31 Desember 2017 akhir tahun ini,’’ jelas Hadi Djuraid, di Gedung Kementerian ESDM, Jakarta, belum lama ini.
Diakuinya, sampai saat ini blok Mahakam yang ada di Selat Makassar di provinsi Kalimantan Timur (kaltim) masih dikelola dua Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) yakni Total E&P Indonesia (TEPI) dan Inpex Corporation asal Jepang, hanya saja masa kontrak kedua kontraktor tersebut akan habis akhir tahun ini.
Dia menjelaskan Blok Mahakam meliputi lapangan gas Peciko, Tunu, Tambora, Sisi Nubi, dan South Mahakam serta termasuk lapangan minyak Bekapai dan Handil sedangkan wilayah kerja (WK) dua kontraktor ini memiliki luas 2.738,51 kilometer persegi (Km2) dan terletak di Provinsi Kalimantan Timur (kaltim) serta merupakan wilayah kerja onshore (di atas tanah) dan offshore (lepas pantai).
Wilayah Kerja Mahakam ini mulai berproduksi pertama kali pada tahun 1974. Dan rata-rata produksi tahunan Mahakam saat ini adalah gas mencapai 1.635 mmscfd (juta kaki kubik per hari) serta minyak bumi sebesar 63.000 bopd (barel oil per hari).
Disinggung soal produksi Migas Pertamina, Hadi Djuraid mengatakan PT Pertamina (Persero) menjamin pengelolaan Blok Mahakam akan berjalan dengan baik, produksi minyak dan gas blok ini akan tetap terjaga di bawah pengelolaan anak usaha Pertamina, PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM).
Kontrak kerja Total E&P Indonesie dengan pemerintah Indonesia di blok Mahakam akan berakhir pada 31 Desember 2017, saat ini Blok Mahakam sedang dalam masa transisi pengelolaan dari Total sebagai kontraktor eksisting ke kontraktor baru, PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM).
Untuk memperlancar proses alih kelola, Mahakam Bridging Agreement (BA) dan Funding Agreement (FA) telah ditandatangani antara Pertamina, Total Indonesie (TEPI) dan Inpex dan PHM mulai masuk ke Blok Mahakam tahun 2017 dengan adanya BA dan FA.
Dalam ketentuan bridging agreement tersebut diatur tentang pelaksanaan kegiatan operasi yang dilakukan Total E & P Indonesie, sebagai operator eksisting di 2017 untuk kepentingan PHM sedangkan funding agreement mengatur tentang mekanisme pembiayaan PHM atas kegiatan operasi yang dilakukan TEPI sesuai dengan BA.
"Pemerintah telah menunjuk Pertamina sebagai operator Mahakam setelah berakhirnya Kontrak dengan Total 31 Desember 2017 dengan persetujuan SKK Migas tentang BA dan FA, kesinambungan produksi Mahakam di tangan Pertamina dipastikan terjaga," kata VP Corporate Communication Pertamina, Wianda Pusponegoro, dalam keterangan tertulis yang juga disampaikan kepada pers belum lama ini.
Produksi gas dari Blok Mahakam saat ini mencapai 1.600 MMSCFD, sekitar 20% dari produksi gas nasional, terbesar di Indonesia, sedangkan produksi minyaknya sekitar 63.000 barel per hari (bph).max/poskotakaltimnews.com