Jika Kasus Covid Makin Meningkat, Menteri Pariwisata Bisa Batal Datang

img


POSKOTAKALTIMNEWS.COM,TANJUNG REDEB- Kedatangan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno, belum dapat dipastikan tepatnya tanggal berapa.

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Berau menyatakan salah satu persyaratan protokol kementerian yang harus dipenuhi adalah wilayah yang dituju harus zona hijau.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau, Masrani mengatakan, pihaknya masih berkoordinasi dengan protokol kementerian terkait waktu kedatangan Menparekraf, Sandiaga Uno ke Maratua. Akan tetapi dipastikan setelah selesai Musrenbang. Seminggu sebelum Beliau datang, pihaknya diinfokan oleh protokol.

"Rundown-nya sudah ada, tetapi kepastian Beliau datang ke Maratua itu yang belum tau," ujarnya(23/2/22).

Tidak hanya ke Maratua, Masrani juga mengatakan, Bupati Berau mengusulkan, selain rencana kedatangan Sandiaga Uno ini agar singgah ke Labuan Cermin dan Kaniungan.

"Itu apabila beliau ada waktu, karena memang rencana Beliau hanya ke Maratua saja.

Kita ingin memperlihatkan aksi-aksi pariwisata kita,seperti daerah Derawan ada whale shark, nah nanti sekaligus kita promosikan itu. Dengan kedatangan Menteri, yang akan ditonjolkan adalah destinasi wisata, UMKM, dan budaya Berau.

Kunjungan kerja Menteri Pariwisata ini ke Bumi Batiwakkal adalah rencana agenda G20 di Maratua, salah satu kegiatannya adalah diving, pentas budaya, dan event internasional (seperti treathlone dan biking) bulan September ini.

Naiknya COVID-19 ini bisa berarti kedatangan Menteri Pariwisata dibatalkan. Karena dari protokol kementerian itu juga ketat protkes. Apabila jumlah kasus terkonfirmasi positif masih tinggi, maka protokol kementerian tidak bisa memaksakan.

"Mudah-mudahan saja tidak, makanya kita berdoa semoga Kepulauan Derawan dan Maratua tetap hijau," katanya.

Sebelum acara itu sekira September nanti memang beliau ingin melihat Maratua  terlebih dahulu, karena selain acara itu Maratua juga masuk 100 Desa Wisata Nasional bersama Pulau Kakaban."Pengaruh kedatangan Menteri itu sangat signifikan dalam meningkatkan jumlah wisatawan (baik lokal maupun mancanegara), penambahan dana dari pusat untuk peningkatan sarana dan prasarana pariwisata (termasuk akomodasi, keamanan, dan fasilitas penunjang). Serta yang paling penting adalah mendorong pelatihan CHSE.

Dikatakan Masrani, kontribusi pemerintah pusat untuk pariwisata di Berau selama ini adalah pelatihan CHSE.

Pihaknya selalu meminta dukjngan dari pusat untuk percepatan peningkatan sarana dan prasarana, karena beberapa tempat wisata kita sudah masuk KSBN dan RPJMN di 2020-2024. Ada juga pelatihan CHSE yang mana sebagai syarat untuk tempat wisata.

“Karena kalau kita ingin mempromosikan wisata kita pada mancanegara, para wisatawan asing tidak mau menginap apabila tidak ada CHSE.”katanya.

Seperti di Maratua itu baru 2 resort yang dapat, yakni Green Nirvana dan Pratasaba. Sedangkan, di Derawan itu baru 1 yakni La Volta.

"Diharapkan juga kedatangan menteri ini untuk mendorong CHSE itu",pungkasnya.(sep)