Penurunan Emisi Karbon Hulu Migas Menjadi Prioritas
JAKARTA– 9 Maret 2022. Satuan Kerja Khusus
Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) bersama
Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) secara aktif mendukung komitmen Pemerintah
Indonesia dalam menurunkan emisi karbon sebagai komitmen global yang tertuang
dalam Konferensi Perubahan Iklim. Salah satu upaya yang dilakukan adalah
melakukan rehabilitasi Daerah Aliran Sungai serta pemulihan lahan melalui
penanaman pohon di sekitar wilayah operasi.
“SKK Migas bersama KKKS secara aktif
melakukan program rehabilitasi serta penghijauan di sekitar wilayah operasi
untuk mendukung penurunan emisi karbon. Sejak tahun 2013, hulu migas telah
melakukan program penghijauan melalui penanaman lebih dari 7,9 juta batang
pohon pada lahan seluas 4.500 hektar. Diperkirakan program ini mampu menyerap 1
juta ton CO2,” kata Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas A. Rinto
Pudyantoro pada Rabu (9/3) di Jakarta.
Lebih lanjut Rinto mengatakan bahwa inisiatif
SKK Migas dalam melakukan operasi rendah karbon secara terintegrasi juga telah
tertuang dalam rencana strategis Indonesia Oil and Gas 4.0 (IOG 4.0) tahun 2020
- 2030. “SKK Migas menjadikan isu keberlanjutan lingkungan menjadi salah
prioritas yang harus diperhatikan sehingga menjadi salah satu pilar dalam IOG
4.0. Ini dilakukan agar kegiatan operasional hulu migas dapat berjalan baik
namun lingkungan tetap terjaga,” ujarnya.
Meski demikian, Rinto menyadari bahwa dalam
upaya mengejar target produksi 1 juta barel minyak per hari (BOPD) dan 12
milyar standar kaki kubik per hari (BSCFD) gas pada 2030 akan berdampak pada
peningkatan emisi karbon.
“Pada satu sisi, naiknya produksi juga akan
meningkatkan emisi karbon. Untuk itu kami juga mengupayakan agar penerapan CCUS
(Carbon Capture Utilization Storage) dapat segera terealisasi. Karena melalui
CCUS, tidak hanya dapat menurunkan emisi karbon, tetapi juga mampu meningkatkan
produksi migas melalui CO2 - Enhanced Oil Recovery (EOR),” lanjut Rinto.
Saat ini uji coba penerapan CCUS telah
dilakukan di beberapa lapangan yakni Lapangan Gundih, Sukowati, dan Tangguh.
“Akhir tahun lalu, sudah ada MoU (Memorandum of Understanding) SKK Migas dengan
BP Tangguh mengenai pembangunan CCUS. Kami coba mendorong agar KKKS lain juga
dapat terlibat dalam pengembangan CCUS di Indonesia,” ungkap Rinto.
Untuk Lapangan Gundih, Rinto menjelaskan
tahapan pekerjaan akan dilakukan pada 2023. Dengan tahapan ini, proyek CO2 -
EOR pada Lapangan Gundih akan dapat memulai injeksi CO2 ke dalam lapisan bumi
pada 2024 akhir. Sedikitnya 3 juta ton CO2 akan digunakan dalam proyek CCUS
lapangan Gundih dalam kurun waktu 10 tahun.
“Sedangkan Lapangan Sukowati, pada tahun 2022
ini akan memasuki tahapan pilot project injeksi CO2. Harapannya, setelah uji
coba sukses dilakukan akan diperoleh persetujuan rencana pembangunan instrumen
pendukung untuk injeksi CO2. Diharapkan proyek ini beroperasi penuh pada 2028
mendatang. Program ini menargetkan injeksi CO2 ke dalam bumi hingga 15 juta ton
dalam kurun waktu 25 tahun,” terang Rinto.
Selain upaya-upaya tersebut, SKK Migas juga
melakukan upaya perbaikan manajemen energi untuk menekan tingkat konsumsi
energi spesifik dalam memproduksikan migas hingga mencapai best practice di
kawasan Asia dan Australia sebesar 1,49 GJ/ton-produk (IOGP Data, 2020).
“Konsep own used untuk bahan bakar gas dirasa
perlu dilihat kembali mempertimbangkan nilai ekonomi energi yang dimanfaatkan
dan tingkat efisiensi energi yang selama ini berjalan. SKK Migas akan melanjutkan
praktik-praktik keunggulan operasi yang selama lima tahun terakhir yang mampu
menurunkan fugitive emission hingga 22,73 persen,” ucap Rinto.
SKK Migas juga berupaya agar monetisasi gas
suar yang selama ini tidak termanfaatkan tetap dilanjutkan dan diperluas.
“Upaya kerja sama dengan calon konsumen yang memiliki izin pengolahan atau
perniagaan migas mengacu pada fleksibilitas Peraturan Menteri (Permen) ESDM
Nomor 30/2021 yang merevisi Permen ESDM Nomor 32/2017. Diharapkan hal tersebut
menjadi jalan keluar terkendalanya proses selama ini,” pungkas Rinto.(pk)