Faktor Bencana Banjir, Distribusi Gas Subsidi Terhambat
kegiatan bongkar gas
POSKOTAKALTIMNEWS.COM,TANJUNG
REDEB-
Banjir yang terjadi di Sangata, Kabupaten Kutai Timur menyebabkan distribusi
gas subsidi di beberapa agen terhambat. Pasalnya, Stasiun Pengisian Bulk Elpiji
(SPBE) di Sangatta ikut terendam.
Pemerintah daerah melalui Bagian Perekonomian
Setkab Berau pun mengadakan rapat bersama seluruh agen pemasok gas melon itu
pada Kamis (24/3). Tujuannya untuk memastikan ketersediaan stok aman hingga
beberapa hari ke depan. Bahkan, hingga bulan Ramadan sampai Hari Raya Idul
Fitri mendatang.
Kepala Bagian Perekonomian Setkab Berau,
Kamaruddin mengatakan, sejak bencana banjir Sangatta berdampak pada kekosongan
stok gas elpiji subsidi 3 kg pada beberapa agen dan pangkalan. Akan tetapi,
pihaknya memastikan distribusi gas tetap berjalan meskipun dalam jumlah
sedikit.
"Diminta kepada seluruh masyarakat
Kabupaten Berau tidak perlu panik, memang terjadi kekosongan tapi hanya
beberapa hari saja. Dikarenakan, musibah banjir di daerah pengisian SPBE
Sangatta sehingga distribusi terhambat," tuturnya (24/3/22)
"Namun demikian tetap distribusi
berjalan seperti biasa meskipun jumlahnya sedikit. Sejak kemarin sampai hari
ini sudah ada dua agen yang menerima stok tabung gas subsidi," sambungnya.
Dari enam agen di Kabupaten Berau, dua agen
telah menerima pasokan gas subsidi dari beberapa agen diantaranya PT Gunung
Padai dan PT Segah Prima Gas dengan total sebanyak 2.560 tabung gas. Pihaknya
juga turut memastikan perkiraan distribusi gas subsidi kembali berjalan normal
pada 2-3 hari ke depan.
"Rencananya, apabila dalam sepekan lebih
masih menimbulkan kelangkaan, kami akan adakan operasi pasar. Namun, sedemikian
mungkin nanti kami matangkan agar dalam operasi itu tidak menimbulkan keramaian
seperti saat operasi pasar migor," terangnya.
Kamaruddin juga mengatakan, pihaknya akan
memantau enam agen dan 120 pangkalan di Berau untuk mencegah terjadinya
penimbunan dan penjualan yang tidak tepat sasaran. Seperti pada pangkalan yang
menjual harga tabung gas melebihi harga eceran tertinggi (HET).
"Sebenarnya, gas elpiji karena dalam
waktu lama itu akan menguap, sehingga mereka yang menimbun lah yang rugi
nantinya," terangnya.
"Yang terpenting agen dan pangkalan
menjual sesuai harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan, untuk di perkotaan
itu tidak boleh melebihi Rp 30 ribu," tambahnya.
Sementara itu saat dikonfirmasi PT Pertamina
Persero pun membenarkan kondisi tersebut. Manager Area Communication,
Relations, & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Susanto
August Satria mengatakan, keterhambatan distribusi gas subsidi imbas bencana
banjir Sangatta bukan hanya berdampak di Berau, tetapi juga di Kaltara.
"Ya benar, untuk kekosongan saat ini
akibat musibah banjir. Termasuk juga jalur dari Samarinda juga terputus dan itu
satu jalur sampai ke wilayah utara," ujarnya.
Pihaknya bahkan memperkirakan untuk beberapa hari bahkan sepekan hingga kondisi jalan bisa terlewati maka distribusi kembali normal. Demikian juga jumlah tabung yang didistribusikan ke setiap wilayah, termasuk Berau dipastikan sesuai kuota.
"Estimasi mungkin bisa 2 - 3 hari
distribusi baru berjalan lancar, memang saat ini sedikit demi sedikit supaya
tidak terjadi masalah baru akibat banjir saat proses distribusi,"
pungkasnya.(sep)