Temu Karya Taman Budaya XX1 Ditutup, Ragam Budaya Nusantara Penuh Pesona

img

Sabir saat tampil di Temu Karya Taman Budaya XXI 2022 di Samarinda.

POSKOTAKALTIMNEWS.COM,SAMARINDA-Perhelatan seni budaya nusantara ke xxi yang berlangsung di Taman Budaya Kaltim di Samarinda yang berlangsung sejak 19-23 September 2022 ditutup Jum'at malam.

Berbagai pementasan seni dari 34 propinsi yang ada di Indonesia mampu mempesona penonton, juga pegiat seni dan masyarakat. Terbukti dengan membludaknya masyarakat memenuhi Taman Budaya Kaltim yang ada di Jalan Kemakmuran.

Pesona seni budaya dari seluruh Indonesia terlihat digarap dengan cukup apik, bahkan ada yang sangat menawan. Seluruh kontingen yang tampil sejak hari pertama hingga malam terakhir, berusaha menampilkan garapan dengan maksimal.

Dari pergelaran yang tampil, terlihat jelas akan kekayaan seni budaya Nusantara. Getak tari, teater, musik demikian beragam, dan mencerminkan adat budaya masing-masing provinsi. Pertemuan dengan dunia seni, mampu membawa kita pada nilai-nilai luhur seni dan budaya.

Kemampuan pekerja seni yang bekerja dalam menggarap sebuah pertunjukan yang menghibur boleh dikatakan tercapai, meskipun pencapaian itu belum maksimal. Menggarap sebuah pertunjukan seni bukanlah perkara mudah, melainkan perlu proses yang panjang dan perenungan mendalam untuk menyelami sebuah nilai seni itu sendiri.

Disinilah peran seorang pekerja seni dalam menciptakan gerak tari, teater dan musik serta lainnya bekerja keras. Secara keseluruhan pementasan seni budaya yang terangkum dalam Temu Karya Taman Budaya 2022, boleh dikatakan berhasil. Yang menarik persoalan seni budaya yang ada di Nusantara, terus berkembang dan memacu pekerja seni untuk selalu berkreasi menciptakan karya seni yang bisa diterima dan diapresiasi oleh sesama pekerja seni, penikmat seni dan masyarakat.

MENAWAN

Dari pementasan yang ada itu, tanpa mengurangi rasa salut dan bangga, ada beberapa daerah yang berhasil menggarap pentas seni dengan menawan, seperti Propinsi Kalbar, Kalteng, Yogyakarta, Jawa Barat, DKI, Jawa Tengah, Sumatera Selatan dan beberapa lainnya.

Kaltim sendiri yang tampil dengan Pondok Dongeng nya tampil  memukau, karena berbicara soal Ikan Pesut yang mulai punah. Sabir sebagai pendongeng mampu membawa suasana suram itu dengan penuh pesona. Bahkan di akhir pertunjukan Sabir yang juga sebagai tokoh turun ke penonton, menyerahkan boneka pesut kepada seorang anak kecil, disertai pesan agar menjaga dan melestarikan pesut Mahakam tidak punah. (hoesin kh)