Jalan Penghubung Antar Desa di Marangkayu Ambrol
TENGGARONG, Jalan penghubung antara desa
di Kecamatan Marangkayu-Kutai Kartanegara, tepatnya jalan menghubungkan antara
Desa Santan Ulu ke Santan Ilir dan Desa Kresik, sepanjang kisaran 150 meter
ambrol.
Kerusakan jalan tersebut sejatinya sudah
terjadi sejak 1 April 2017 lalu, dan dalam kondisi parah sejak satu bulan lalu.
Namun baru ditinjau oleh para pejabat Kukar, Selasa (8/8/2017) lalu.
“Ya, baru ditinjau pak Wakil Bupati
Kukar, hari Selasa lalu. Sebetulnya kerusakan itu terjadi mulai April 2017 lalu
dan parahnya itu di bulan Juli, jalan putus sama sekali tak bisa dilewati,”
kata Kepala Desa Santan Ulu Kecamatan Marangkayu Gianto, kepada Poskota Kaltim,
Rabu (9/8/2017) kemarin.
Agar akses jalan bisa dikendarai paling
tidak menggunakan sepeda motor, masyarakat setempat membuat jalan alternative.
Jalan tersebut sebenarnya menjadi urat nadi masyarakat penghubung antar desa.
Hasil bumi tak bisa dibawa ke luar desa, karena kondisi jalan yang putus.
“Kita berharap supaya jalan tersebut
cepat diperbaiki. solusi sementara bikin jalan alternative. Pihak Dinas PU
Kukar juga sudah melakukan croscek kondisi jalan, kemungkinan baru 2018 baru
dilakukan perbaikan,” terangnya.
Pihak Pemerintah Desa Santan Ulu, kata
Gianto dalam waktu dekat ini juga akan mengajukan permohonan bantuan kepada
sejumlah perusahaan yang beroperasi di wilayah Kecamatan Marangkayu, untuk
membantu pelebaran jalan alternative yang dibuat nantinya, sehingga diharapkan
dengan adanya jalan alternative tersebut akses jalan bisa dilalui kendaraan
roda empat.awi/poskotakaltimnews.com