Butet Kertaradjasa: Jadikan Budaya Nusantara Kekuatan NKRI
Butet Kertaradjasa
POSKOTAKALTIMNEWS.COM, SAMARINDA- Persoalan negeri yang saat ini bisa dikatakan sedang berkecamuk karena politik, hendaknya tidak membuat NKRI terpecah, justru harus dijadikan satu momentum yang tepat untuk lebih memperkuat bangsa dan untuk menangkal perpecahan itu adalah kebudayaan.
Pernyataan yang arif bijaksana itu dikemukakan Budayawan Nasional Butet Kertaradjasa pada beberapa seniman di Waroeng Tedoeh Kompleks GOR Sempaja Minggu (6/11).
"Hidup yang ada sekarang ini hendaknya dimanfaatkan sebaik-baiknya, jangan terlalu ngoyo memaksakan kehendak, karena semua itu sudah ada yang mengatur yaitu Sang Pencipta Jagad Raya," tegas Butet tanpa terkesan menggurui.
Ditekankan Butet, budaya yang ada di Nusantara ini adalah kekuatan yang dahsyat dan kekuatan budaya itu sudah dapat dibuktikan hingga saat ini, sambil mencontohkan masyarakat dari etnis lain dengan senang hati menampilkan tari-tarian etnis lain.
"Itu kan bukti nyata dan bentuk tarian Nusantara yang berkaitan dengan budaya etnis berbeda, akan saya tampilkan di IKN beberapa waktu mendatang," ungkap Butet yang juga tokoh Teater Gandrik dari Yogyakarta itu.
Dialog bersama Butet itu semakin gayeng dan penuh kekeluargaan, karena suguhan makanan dan minuman yang ada.
Ungkapan-ungkapan yang dilontarkan Butet dengan gayanya yang khas, dan terkesan membumi menambah pencerahan jiwa.
"Tak perlu lagi kita terkotak-kotak oleh perbedaan, jadikan kekayaan budaya itu kekuatan kita untuk menjaga Nusantara dan mengisinya secara arif bijaksana. Persoalan bangsa serahkan saja pada Sang Pencipta yang mengaturnya. Melalui budaya kita berbuat dan berkarya sesuai proses rasa yang tumbuh dalam diri manusia itu," papar Putra Bagong Kussudiardjo itu.
Sebelum diskusi dan dialog, H Sahabuddin Pance mengajak Butet dan istrinya serta seniman Kaltim seperti Syafril TH Noor, Hamdani, Wawan Timoer, Sabir, Awang Khalik dan HM Nur makan Patin bakar, karena H Pance tampaknya tahu makanan kesukaan Butet.
"Ikan Patin Sungai Mahakam ini lain dengan Ikan Patin yang ada di Yogya, lebih enak rasanya. Jadi ngangeni," ujar Butet sambil tertawai berderai.(hoesin kh)